Dua Pekan, Covid-19 pada Anak Tembus 7 Ribu Kasus

10 Februari 2022, 12:08:30 WIB

Sebagian Orang Tua Minta PTM Dihentikan Sementara

JawaPos.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa kenaikan kasus Covid-19 pada anak patut menjadi perhatian. Pada 24 Januari 2022 tercatat 676 kasus pada anak. Berselang dua pekan (7 Februari), jumlahnya melonjak menjadi 7.990 kasus Covid-19 pada anak.

Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso SpA mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 pada anak itu terlihat di Jawa dan Bali. Di luar itu, ada lonjakan, tapi jumlahnya tidak signifikan.

Naiknya kasus Covid-19 pada anak ini tidak dimungkiri ada kaitannya dengan varian Omicron di Indonesia. Sebagaimana diketahui, varian Omicron dikenal memiliki gejala yang ringan. ”Walaupun ringan, jangan disepelekan,” tuturnya kemarin (9/2).

Menurut Piprim, pihaknya mulai menerima laporan adanya kasus dengan gejala berat. Ada juga yang terdampak secara jangka panjang. Misalnya, ditemukan anak gagal jantung, long Covid, diabetes, dan sebagainya setelah terinfeksi Covid-19.

IDAI tetap konsisten bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) tidak direkomendasikan jika positivity rate-nya mencapai 8 persen. Alasannya, Covid-19 varian Omicron sangat menular. ”Anak juga jangan dibawa ke mal, bioskop, atau tempat dengan sirkulasi udara yang tertutup,” tutur Piprim.

Jika anak terpapar Covid-19, Piprim meminta orang tua tidak panik. Yang perlu dilakukan adalah memantau tanda bahaya yang ditunjukkan tubuh anak. Misalnya ketika napas mulai susah.

Menurut Piprim, gejala Covid-19 pada anak sebagian besar terlihat pada gangguan saluran pernapasan atas. Contohnya batuk, pilek, dan demam. Mirip seperti flu biasa.

Di sisi lain, dukungan penghentian PTM juga mencuat dari para orang tua siswa. Dari survei singkat yang dilakukan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, 25 persen orang tua meminta PTM dihentikan sementara di tengah kenaikan kasus Covid-19 saat ini.

Survei singkat dilakukan menggunakan aplikasi Google Drive dan diikuti 1.209 partisipan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Dari jumlah itu, usulan penutupannya beragam. Ada orang tua yang mengusulkan hingga usai 14 hari libur Idul Fitri (4 persen), sampai Maret 2022 (11 persen), dan sampai tahun ajaran baru (10 persen). ”Suara orang tua yang meminta PTM dihentikan terlebih dahulu karena Indonesia memasuki gelombang ketiga dan angka kasus Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia,” ungkapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/mia/c9/fal

Saksikan video menarik berikut ini: