alexametrics

Menteri Nadiem Sebut Penyusunan Permen PPKS Butuh Waktu 1,5 Tahun

10 Januari 2022, 15:22:22 WIB

JawaPos.com – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi (Permendikbudristek PPKS) telah dirilis pada Agustus 2021 lalu. Regulasi ini hadir guna mengentaskan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Mendikbudristek Nadiem Makarim menuturkan bahwa dalam penyusunannya, Permendikbudristek ini memakan waktu sampai 1,5 tahun. Kebijakan ini dirancang melalui diskusi dan kajian bersama para pakar.

“Proses penyusunan peraturan ini cukup panjang. Kami di Kemendikbudristek tak bekerja sendirian. Kira-kira selama 1,5 tahun kami ngumpulin data, diskusi internal,” ungkap dia dalam webinar Survei Opini Publik Nasional SMRC, Senin (10/1).

“Kita juga mengadakan puluhan kali diskusi proses uji publik dan harmonisasi melibatkan perguruan tinggi, kementerian/lembaga, dan jaringan masyarakat sipil yang biasa menerima laporan kasus dan mendampingi korban kekerasan seksual,” sambungnya.

Namun dalam perjalanannya, Permendikbduristek ini mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah soal frasa yang dinilai memperbolehkan zina asal suka sama suka.

“Seperti yang diketahui bersama, setelah kami mengesahkan permen, muncul banyak respon dari masyarakat. Juga dari berbagai pemangku kepentingan,” tuturnya.

Agar regulasi ini berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, Nadiem mengatakan bahwa Kemendikbudristek terus terbuka untuk menerima masukan. Bahkan, pihaknya juga melakukan kunjungan untuk mendapat perspektif lain soal hal tersebut.

“Sampai hari ini kami terus menerima masukan sebagai bahan pertimbangan kami ke depan bagaimana peraturan ini mendorong pendidikan yang merdeka dari kekerasan seksual,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads