alexametrics

Melihat Wamenhan Trenggono Jajal Ranpur di Australia

9 Desember 2019, 17:09:50 WIB

JawaPos.com – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan kendaraan tempur (Ranpur) milik Thales di Bendigo, Australia, Senin (9/12). Mereka disambut langsung oleh Hon David Johnston, Australia Defence Export Advocate and former Minister for Defence di Pabrik Thales Bendigo, Australia.

Dalam rombongan ikut juga Dirtekind Ditjen Pothan Laksma TNI Sriyanto, Asrenad Mayjen TNI Hassanudin, Danpussenif Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, Dirut Pindad Abraham Mose, sejumlah pejabat Kemhan, Pindad, serta KemenPPN.

“Australia merupakan bagian dari Commonwealth dengan pemenuhan Alutsista didominasi berstandar NATO.
Kita mau melhat kemampuan dan peluang kerjasama antara Thales dengan industri pertahanan Indonesia seperti Pindad,” kata Trenggono.

Trenggono menilai, Australia merupakan negara yang banyak melakukan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan. Namun tidak banyak yang diindustrialisasi menjadi produk masterpice, tetapi lebih cenderung sebagai global supply chain.

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono menjajal ranpur Bushmaster milik Thales, Australia. (Istimewa)

Oleh karena itu Kemenhan melihat peluang kerjasama di situ. Yakni dengan meningkatkan produk nasional Indonesia menjadi produk yang berstandar internasional atas produk First Article yang belum digunakan User diantaranya Drone/PTTA, Swamboat, RCWS, Depth Personnel Vehicle, Ground to Air Radio, air combat manouvering instrumentation dan lain sebagainya.

Untuk diketahui, fasilitas Thales di Bendigo selama ini fokus memproduksi Ranpur Bushmaster dan Hawkei. Bushmaster memiliki keunggulan pada daya tahan terhadap serangan ranjau, serta selama beroperasi di medan tempur belum ada pernah korban jiwa.

Dalam kunjungan itu Wamenhan dan Menteri PPN memanfaatkan kesempatan merasakan dan melihat langsung kendaraan Bushmaster dan Hawkei sembari bertanya-tanya ke manajemen Thales tentang proses produksi dan menjajaki peluang kerjasama yang bisa dikembangkan dengan Pindad.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads