alexametrics

Kekinian dan Lucu, Begini Isi Dialog 3 Menteri Muda Jokowi

9 Desember 2019, 19:39:54 WIB

JawaPos.com – Tiga orang menteri dari kalangan milenial di Kabinet Indonesia bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil dalam pentas #PrestasiTanpaKorupsi. Pesan mendalam yang disampaikan dalam bentuk komedi itu bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019.

Ketiga menteri tersebut adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama Kusubandio. Dua orang pemain lainnya adalah artis Bedu dan Sogy Indraduadja.

Nadiem dan Sogy berperan sebagai siswa sekolah kelas X lengkap dengan pakaian SMA, Erick Thohir menjadi tukang bakso urat lengkap dengan topi dan handuk di leher dan gerobak baksonya, sedangkan Wishnutama dan Bedu juga menjadi siswa kelas XII.

Drama tersebut terjadi pada jam istirahat sekolah. Tiga pemain awal yang memainkan acting-nya adalah Sogy dan Nadiem. Sogy menjadi bendahara yang diamanahkan untuk menjaga uang kas tapi malah ingin menggunakan uang kas itu untuk membeli bakso, sedangkan Nadiem berupaya untuk mencegah penyalahgunaan uang tersebut.

Berikut petikan-petikan drama komedi yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para siswa dan siswi beserta guru SMK 57 Jakarta.

Berikut dialog dari pentas drama #PrestasiTanpaKorupsi:

Sogy: Ini gue lagi pegang uang kas, ayo pesen bakso.

Nadiem: Gak boleh begitu.

Erick Thohir: No money, no bakso.

Bedu: Tam lama banget sih loe Tam.

Wishnutama: Gw lagi lihat-lihat ini, yang ini bagus, yang ntu bagus gw jadi bingung.

Bedu: Loe lihat-lihat brosur melulu, loe mau jadi menteri pariwisata?

Wishnutama: Gue lagi lihat tempat kuliah buat masa depan gw bro.

Bedu: Santuy aja kali santuy.

Wishnutama: Maksud lo?

Bedu: Yang penting kita sebagai anak sekolah punya sopan santuy.

Keduanya lalu melihat Sogy dan Nadiem yang sedang duduk di meja tukang bakso

Bedu: Loe anak kelas 1, ya? Kok mukanya kayak kepala sekolah?

Sogy: 7 kali gak naik.

Bedu: Gue tau loe siapa, loe yang keliling naik ojek kan loe (ke Nadiem).

Wishutama: Langit biru hati pilu eh anak baru minggir lo (menyuruh Sogy dan Nadiem pergi dari meja).

Bedu: Bang Thohir, bakso bang Thohir.

Wisnu: Bang Thohir, bakso satu pake akhlak.

Bedu: Bang, boleh pakai akhlak tapi jangan pakai urat.

Bedu: Itu ribet banget, sih, lihat-lihat brosur. Loe udah tau mau kuliah di mana? Loe ga tau bapak gue siapa. Bapak gue pejabat terus. Pak, Bedu mau kuliah nih kasih kampus paling favorit di Indonesia. Pakai koneksi bapak gue, selesai.

Wisnu: Yaelah bro hari gini masih ada loe pake nepotisme. Koneksi-koneksian. Kagak zaman bro.

Bedu: Lah kalau gak ada koneksi kita gak bisa internetan.

Wishnutama: Bukan koneksi internet.

Bedu: Itu ‘kan fasilitas bokap gue, gue manfaatin aja. Mumpung ada.

Wisnu: Mentang-mentang anak Bos loe belagu.

Erick tiba-tiba masuk
Wishunutama: Bukannya bikin bakso malah ngageting orang.

Erick: Ini yang katanya anak Bos?

Wishnutama: IIi bang sikat. Kayak menteri BUMN tuh nyikat-nyikat yang kagal beres.

Erick: Jangan mentang-mentang anak Bos malah manfaatin fasilitas, relasi. Namanya nepotisme, gak boleh. Ntar kalau loe sudah gede, terus jadi dirut, malah nitip barang-barang loe. Tukang bakso aja ngerti yang beginian.

Bel berbunyi.

Wishutama: Duh bel, loe sih Du, kebanyakan gaya.

Erick: Sudah kalian balik. Baksonya siap ane bikinin ntar.

Sogy: Bang kan lapernya sekarang, telat-telat dikit gak papa dong.

Erick: Lo udah korupsi uang sekarang loe korupsi waktu, loe mau jadi koruptor?

Sogy: Tadi uang, sekarang waktu, ya, udah deh aku punya pantung buat kakak-kakak nih. Makan sagu jangan pake terasi, gue gak mau jadi tukang korupsi.

Wishnutama: Daripada korupsi uang korupsi waktu, mending pikirin nih hal-hal inovatif kreatif buat bangga sekolah kita.

Thohir: Cocok jadi menteri ekonomi kreatif loe.

Wishnutama: Tadi lo bilang jadi Menteri Pariwisata, sekarang Menteri Ekonomi Kreatif, Abang nih.

Erick: Ya, digabungin saja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Wishunutama: Emang situ Presiden?

Thohir: Masuk kelas deh, yang penting udah tau semua kalau korupsi, kolusi, nepotisme itu salah, lebih baik kalian disiplin belajar aja, gw doain prestasi belajar kalian makin kinclong tanpa korupsi.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Antara


Close Ads