alexametrics

Resmi Dihentikan, Operasi SAR Pencarian Empat Korban Perahu Terbalik

9 November 2021, 21:40:03 WIB

JawaPos.com– Pencarian korban perahu terbalik di Bengawan Solo wilayah Tuban-Bojonegoro resmi berakhir. Hasil rapat bersama tim SAR gabungan pada Selasa sore (9/11) memutuskan, apabila ada tanda-tanda ditemukannya korban, operasi SAR akan dibuka kembali.

Berita acara tersebut ditandatangani Komandan Operasi SAR Farid Kurniadi. Ikut menyaksikan dan bertanda tangan Kabagops Polres Tuban Kompol Budi Santoro, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardian Orianto, dan Kalaksa BPBD Tuban Yudi Irwanto.

Ada tiga pertimbangan penghentian operasi pencarian korban. Pertama, sesuai dengan Peraturan Kepala Basarnas PK Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR pasal 51 ayat (3).

Kedua, Operasi SAR telah dilaksanakan selama 7 hari dan tidak ditemukan ada tanda-tanda korban. Ketiga, seluruh area pencarian berdasarkan SAR MAP telah dilakukan dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda korban.

Adapun empat nama korban yang belum ditemukan hingga pencarian dihentikan adalah Erma Fitrianti Azila, 28, Dusun Mruwud, Desa Semambung, Kanor, Bojonegoro; Sutri, 60, Dusun Maibit Kulon, Rengel, Tuban; Dedy Sutio Nugroho, 25, Dusun Secang, Ngandong, Grabagan, Tuban; Arifin, 29, Dusun Secang, Ngandong, Grabagan, Tuban.

Pada pencarian hari terakhir Selasa (9/11), tim SAR juga melibatkan 20 warga dengang 3 perahu pasir. Teknik pencarian dengan menggunakan jangkar. Warga menemukan perahu yang terbalik lalu tenggelam itu dengan alat jangkar tersebut. Namun, bangkai perahu itu tidak diangkat. Hanya digeser untuk mencari barangkali korban terjebak dalam perahu.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: