JawaPos Radar

Menag Sebut Kenaikan Tarif Pesawat Jadi Pertimbangan Ongkos Haji 2019

09/11/2018, 13:12 WIB | Editor: Kuswandi
Lukman Hakim Syaifuddin
Menag memantau kesiapan maktab di Arofah, Muzdalifah, dan Mina (Oni/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) masih menimbang Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 2019. Rapat kerja bersama DPR RI untuk membahas hal tersebut akan dilakukan pada akhir November 2018 mendatang.

"Sekarang ini Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh sedang mendalami, mendiskusikan berapa besaran biaya haji sesuai kondisi yang berubah," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Menurutnya, penentuan BPIH mempertimbangkan kurs dolar dan harga minyak dunia, yang juga berpengaruh terhadap tiket pesawat.

"Kurs dolar fluktuatif, harga minyak berubah, itu berimplikasi kepada biaya pesawat udara yang mengalami perubahan dan beberapa komponen. Kita sekarang mendalami sampai mendapat angka moderat yang layak diusulkan ke DPR untuk dibahas ditetapkan bersama,” terang dia.

Dirinya pun menolak untuk menyebut kemungkinan ongkos haji tahun depan akan mengalami kenaikan. Bahkan, Lukman menilai tahapan tersebut masih panjang.

"Belum tentu (naik), saya nggak bisa bicara apa-apa, tahapannya masih panjang. Dari Kemenag sendiri belum muncul angka. Kalaulah sudah muncul angka, masih harus dibahas dengan DPR dulu. Baru setelah itu ada angka fix untuk difinalkan,” paparnya.

Adapun berdasarkan Keppres 7/2018, pemerintah menetapkan BPIH memiliki nilai berbeda-beda menyesuaikan lokasi embarkasi. Ketentuan tersebut sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada 2018, biaya haji bagi jamaah reguler yang terendah berlaku untuk embarkasi Aceh, yakni Rp 31,09 juta. Sedangkan, biaya tertinggi berlaku untuk embarkasi Lombok, sebesar Rp 38,79 juta. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up