alexametrics

Kebakaran Lapas Tangerang Tunjukkan Urgensi Perbaikan Masalah HAM

9 September 2021, 09:32:52 WIB

JawaPos.com – Amnesty International Indonesia menilai, peristiwa kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten yang menewaskan 41 orang dan melukai puluhan warga binaan pemasyarakatan dinilai bukan kejadian kebakaran biasa. Tapi juga masalah hak asasi manusia.

“Ini bukan kejadian kebakaran biasa, tapi juga masalah hak asasi manusia (HAM). Kejadian ini semakin menunjukkan urgensi untuk mengatasi masalah penjara di Indonesia yang sarat pelanggaran hak-hak asasi manusia,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usaman Hamid dalam keterangannya, Kamis (9/9).

Menurutnya, para tahanan dan terpidana kerap ditempatkan dalam penjara yang sesak dan mengancam hidup dan kesehatan mereka. Mereka juga manusia yang berhak atas kondisi penjara yang layak dan hak atas kesehatan.

Usman menegaskan, setiap narapidana berhak diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat. Sehingga tempat penahanan harus menyediakan ruang, penerangan, udara, dan ventilasi yang memadai.

“Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Kapasitas penjara yang terbatas dengan jumlah penghuni yang berlebihan adalah akar masalah serius dalam system peradilan pidana di Indonesia,” tegas Usman.

Usman mengutarakan, salah satu langkah yang dapat segera diambil pemerintah untuk menangani masalah ini adalah dengan mengubah orientasi politik kebijakan dalam menangani kejahatan ringan, termasuk yang terkait penggunaan narkotika. Pemerintah dapat membebaskan mereka yang seharusnya tidak pernah ditahan, termasuk tahanan hati nurani dan orang-orang yang ditahan atas dasar pasal-pasal karet dalam UU ITE.

“Penahanan dan pemenjaraan orang hanya karena mengekspresikan pendapatnya secara damai tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun, terlebih lagi dalam situasi di mana ada over kapasitas lapas yang membahayakan kesehatan dan bahkan nyawa tahanan, terutama di masa pandemi seperti saat ini,” tegas Usman.

Oleh karena itu, Usman mengharapkan Pemerintah harus bertanggungjawab terkait insiden kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang. Terlebih peristiwa itu menewaskan 41 orang narapidana.

“Segera mengusut apa sebab kebakaran tersebut dan memastikan semua hak keluarga korban terpenuhi,” pinta Usman.

Sebagaimana diketahui, Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang dilanda kebakaran pada Rabu dini hari. Sebanyak 41 warga binaan meninggal dunia dalam kebakaran ini, sementara beberapa warga binaan pemasyarakatan lainnya harus dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Dari dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik. Hanya Blok C2 yang hangus terbakar, karena petugas berhasil mengamankan agar api tidak menjalar ke blok lainnya di Lapas Kelas I Tangerang.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads