alexametrics

CJH Wafat Langsung Masuk Badal Haji

9 Juli 2019, 12:04:03 WIB

JawaPos.com – Semua calon jamaah haji (CJH) yang wafat sebelum menunaikan ibadah haji secara otomatis masuk daftar badal Kementerian Agama (Kemenag). Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Arsyad Hidayat mengatakan, hingga tadi malam sudah ada satu nama dalam daftar itu.

CJH Sumiyatun Sowikromo Sutardjan dari Sukoharjo yang tergabung dalam kloter 2 Solo (SOC 2) dilaporkan meninggal beberapa saat sebelum mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz atau bandara Madinah kemarin dini hari (8/7), pukul 00.35.

Arsyad menjelaskan, nama Sumiyatun langsung masuk daftar jamaah haji badal. “Sehingga keluarga di tanah air tidak perlu risau,” katanya.

Haji badal merupakan haji yang digantikan oleh orang lain. Kemenag sudah menetapkan sistemnya, termasuk petugas badal hajinya. Menurut Arsyad, proses clearance jenazah Sumiyatun berlangsung lancar. Jenazah langsung dibawa ke RS Miqat di Madinah. “Wafatnya wajar, karena serangan jantung,” tuturnya.

Terkait dengan cuaca, Arsyad menjelaskan bahwa kondisi di Madinah sedang panas. Suhu udara 39-40 derajat Celsius. Ada perbedaan jauh antara kondisi di dalam bandara yang ber-AC dan area luar. Karena itu, Arsyad mengimbau CJH untuk mengenakan alat pelindung diri. Mulai masker, kacamata, hingga topi.

Dia juga meminta obat-obatan yang rutin dikonsumsi CJH di tanah air tetap dibawa. Selain itu, dia mengingatkan CJH untuk langsung mengonsumsi jatah katering. Kemenag sudah mengatur katering sesuai kebutuhan energi jamaah.

Jamaah haji embarkasi DKI Jakarta kloter pertama saat masuk asrama haji. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Sementara itu, petugas haji untuk daker Makkah mulai diberangkatkan. Total, 370 petugas diberangkatkan hari ini. Mereka terdiri atas 323 orang yang direkrut Kemenag dan 47 rekrutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Petugas lain diberangkatkan ke Saudi besok (10/7).

Tugas perdana personel daker Makkah nanti ialah menyambut kedatangan jamaah dari Madinah. Sesuai jadwal Rencana Perjalanan Haji (RPH) Kemenag 2019, jamaah mulai bergerak dari Madinah menunju Makkah pada 16 Juni. Hingga tadi malam ada 9.526 jamaah yang mendarat di Saudi.

Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H. Dasir menuturkan, petugas haji Makkah harus bisa mengantisipasi masa krusial. “Titik krusial di Makkah lima hari menjelang wukuf,” katanya. Dia menegaskan, petugas haji harus hadir. Petugas juga mesti sigap melayani jamaah, diminta maupun tidak.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wan/c11/ayi)


Close Ads