alexametrics

Terinspirasi Presiden Soekarno, Palangka Raya Masuk Opsi Ibu Kota Baru

9 Mei 2019, 14:10:04 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo melanjutkan tur dalam misi mencari lokasi ibu kota pengganti Jakarta. Setelah menyambangi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Kalimantan Timur (Kaltim) Selasa (7/5), Jokowi langsung menuju Kalimantan Tengah (Kalteng) kemarin (8/5).

Di Kalteng Jokowi bertolak ke Kabupaten Gunung Mas. Lokasi yang ditinjau dalam kesempatan itu disebut dengan “kawasan segi tiga”. Nama tersebut disematkan karena posisinya berada di antara Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas. Wilayah di antara tiga kota dan kabupaten itu sebelumnya disiapkan Pemprov Kalimantan Tengah sebagai calon ibu kota baru.

Jokowi mengakui, kawasan tersebut paling siap menjadi lokasi ibu kota baru. Khususnya jika ditinjau dari ketersediaan lahan. “Mau minta 300 ribu hektare, ya siap di sini. Kalau kurang masih tambah lagi juga siap,” ujarnya di lokasi peninjauan di kawasan Gunung Mas.

Selain ketersediaan lahan yang luas, lanjut dia, kawasan segi tiga memiliki keunggulan dari sisi kebencanaan. Sebab, kawasan tersebut tidak memiliki potensi banjir dan gempa bumi. “Urusan banjir mungkin di sini tidak. Urusan gempa di sini tidak,” imbuhnya.

MENINJAU: Presiden Joko Widodo meninjau tiang pertama Kota Palangka Raya yang diresmikan Presiden Pertama, Soekarno, Rabu (8/5). (Anisa/Kalteng Pos)

Kemudian, menurut Jokowi, wilayah itu pernah diusulkan Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno sebagai ibu kota negara. Jokowi meyakini, dalam mengusulkan, Bung Karno bukan tanpa alasan. Namun, dilandasi analisis dan studi lapangan. “Beliau dulu memilih kemungkinan kan juga pasti ada alasan-alasan khusus dan besar. Itu yang juga dilihat. Enggak mungkin sebuah keputusan disampaikan tanpa argumentasi data dan fakta lapangan yang matang,” tuturnya.

Meski demikian, mantan wali kota Solo itu mengakui, dari segi infrastruktur, kawasan tersebut belum cukup mapan. Imbasnya, jika kelak dipilih sebagai lokasi ibu kota, pembangunan infrastruktur harus dimulai sejak awal.

Jokowi menjelaskan, dirinya sengaja mengecek untuk mengetahui gambaran awal mengenai kelayakan wilayah-wilayah tersebut. Namun, dalam memutuskan nanti, pihaknya lebih dulu mendengar kajian yang dilakukan tim khusus. Tim khusus itulah yang akan kembali berkunjung untuk melakukan kajian dan kalkulasi mengenai kelayakannya sebelum akhirnya diambil keputusan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (far/c10/oni)



Close Ads