alexametrics

Banjir Terjang Kabupaten Soppeng, Satu Orang Meninggal Dunia

8 Desember 2021, 13:00:43 WIB

JawaPos.com – Banjir yang terjadi di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan satu warga dinyatakan hilang. Bencana banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Cabue, Sungai Belo, dan Sungai Leworeng, pada Senin (6/12) lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng mencatat sebanyak 5.786 KK terdampak bencana banjir. Banjir ini menggenangi beberapa wilayah antara lain Kecamatan Lalabata, Kecamatan Ganra, Kecamatan Donri-Donri, Kecamatan Lilirilau, Kecamatan Citta, Kecamatan Marioriawa, dan Kecamatan liliriaja.

“Dua unit rumah warga mengalami rusak berat dan satu unit rumah rusak ringan,” kata Muhari dalam keterangannya, Rabu (8/12).

Hasil pemantauan tim BPBD Kabupaten Soppeng, lanjut Muhari, saat ini banjir berangsur surut namun di Kecamatan Lilirilai dan Kecamatan Marioriawa masih terendam banjir dengan ketinggian 100 sentimeter. Kondisi ini membuat lokasi tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda empat.

BPBD Kabupaten Soppeng bersama tim gabungan bersama berkoordinasi dengan unit terkait untuk segera terjun kelapangan guna melakukan pendataan dan melakukan evakuasi warga terdampak. Untuk hasil kaji cepat dilapangan akan terus dilaporkan guna mendapatkan informasi terkini.

“Sementara itu, penanganan darurat juga segera dilakukan dengan mendirikan posko kesehatan dan dapur umum,” ujar Muhari.

Merujuk peringatan dini yang dikeluarkan BMKG hingga (9/12) esok, wilayah Sulawesi Selatan berpotensi banjir dan waspada hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Oleh karena itu, BNPB menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

Hasil pengkajian secara mendalam mengenai penyebab terjadinya risiko banjir, dapat dirumuskan dengan baik, sehingga dapat dibentuk upaya mitigasi jangka pendek dan jangka panjang. Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon.

“Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan daya tangkap hujan yang optimal dan memperluas daerah resapan air dimasa yang akan datang,” pungkas Muhari.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads