alexametrics

Kitab Kuning, Kekayaan Indonesia dari Warisan Pesantren

8 Desember 2019, 16:51:57 WIB

JawaPos.com – Penyebaran Islam di Nusantara tidak terlepas dari penggunaan kitab-kitab kuning para ulama pada masa lampau. Bahkan kitab tersebut tidak hanya sekadar memuat ilmu keagamaan. Banyak ilmu pengetahuan lain yang ditulis para ulama di masa lalu.

Penyebaran ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya ini masih tetap dipakai oleh para mualim. Terutama di daerah-daerah dan pesantren. Terbaru berlangsung di Rangkasbitung Lebak Banten pada Sabtu (7/12) hingga Minggu (8/12). Di sana tengah digelar Workshop Cara Cepat Baca Kitab Kuning Metode Mualim.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersama Al-Muallim Center. Anggota Komisi VIII DPR Iip Miftahul Choiri menyebut, kitab kuning merupakan salah satu khazanah dan kekayaan Indonesia warisan pesantren yang harus dipelihara. Kitab kuning tidak hanya berisi tentang ajaran agama, namun juga hikmah dan tradisi intelektual.

Dia menyebut, banyak sarjana muslim klasik lahir dan mewarnai dunia intelektual Indonesia. Tingkat intelektual mereka itu didapat dari pelajaran di kitab kuning. “Tradisi ini telah menempa para santri untuk terbiasa mengenal perbedaan-perbedaan dalam berpendapat dan tidak membuat mereka harus bersitegang atau saling memaki-maki orang yang berbeda. Sejatinya perbedaan itu adalah kekayaan yang harus dirawat,” jelas Iip.

Menurut Iip, tradisi membaca kitab kuning perlu dilestarikan agar umat Muslim bisa mengkaji agama Islam langsung dari kitab-kitab klasik karangan para ulama yang sudah terbukti keilmuannya. Kajian kitab ini juga merupakan solusi di tengah maraknya berita bohong terkait keagamaan yang marak saat ini.

Wasekjen DPP PPP Ending Syarifuddin menambahkan, pesantren selama ini memiliki peranan strategis bagi peningkatan SDM umat Islam. Pesantren juga ikut berperan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.
“Kini sudah ada UU Pesantren. Diharapkan UU itu bisa memberikan kemajuan yang nyata bagi kemajuan pesantren.”

Selain di Banten, Workshop Cara Cepat Membaca Kitab Kuning juga digelar di Jakarta, Sumedang (Jabar), Tangerang (Banten), Palangka Raya (Kalteng), dan Kebumen (Jateng).

Editor : Ilham Safutra


Close Ads