alexametrics

Dibanding Obral Grasi, KPK Usul Pemerintah Perbaiki Fasilitas Lapas

8 Desember 2019, 14:23:08 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta pemerintah untuk memperbaiki sarana pelengkap di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hal ini dilakukan agar tidak sembarang memberikan grasi untuk terpidana korupsi karena alasan kesehatan.

“Saya pikir diberesin sarananya dahulu. Jadi, orang juga dipenjara seperti di rumah. idealnya begitu,” kata Saut di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12).

Saut menyampaikan, lengkapnya fasilitas Lapas membuat pemerintah tidak bisa mengobral grasi kepada narapidana korupsi. Selain itu, hal ini menandakan pemerintah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warga negara.

“Itu lebih elegan daripada alasan kesehatan dan pemerintah mengurangi tahanannya. Itu lebih elegan memperbaiki sarana,” ucap Saut.

Saut menilai, pemerintah mempunyai uang untuk melengkapi sarana di Lapas. Bahkan, kata dia, banyak dokter yang siap untuk memberi pelayanan kesehatan terhadap narapidana korupsi.

“Kalau memang pendekatannya kemanusiaan dan kesehatan. Jangan anda buat penyelesaian satu kemudian menimbulkan masalah lain,” tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan grasi kepada terpidana kasus korupsi alih fungsi lahan, Annas Maamun. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyinggung tentang kesehatan Annas, sehingga Presiden Jokowi memberikan grasi.

Menurut Mahfud, kondisi kesehatan Annas sudah menurun dan sehari-hari memakai alat bantu pernapasan.

“Dia (Anas) kan, sudah pakai oksigen setiap hari. Kemudian sakit-sakitan dan banyak lagi penyakitnya,” pungkas Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jumat (29/11).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads