JawaPos Radar

Penyelidikan Polri Hampir Klop dengan KNKT

Timsus Mabes Polri Periksa Pilot, Kru dan Teknisi Lion Air di Denpasar

08/11/2018, 15:23 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Timsus Mabes Polri Periksa Pilot, Kru dan Teknisi Lion Air di Denpasar
Ilustrasi Lion Air (Kokoh Praba/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penyelidikan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan Tim Khusus (Timsus) Mabes Polri. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan mulai dari pilot, kru dan teknisi Lion Air di Denpasar, Bali.

Sebab, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, sebelum jatuh dalam perjalanannya ke Pangkal Pinang, pesawat nahas itu sempat terbang dari Bali ke Jakarta. 

"Sudah diperiksa di Denpasar. Hasil pemeriksaan ini semua sedang di kumpulkan, masih investigasi, masih penyelidikan," ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/11).

Timsus Mabes Polri Periksa Pilot, Kru dan Teknisi Lion Air di Denpasar
Ilustrasi pesawat Lion Air JT610 jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Pihaknya ingin mendalami apakah ada unsur kelalaian yang berujung pidana dalam kecelakaan pesawat itu. Namun, mereka juga menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Masih harus dipadukan dulu hasilnya.  Non-teknisinya kami sudah kumpulkan semua bahan. Teknisnya ini nunggu KNKT," sebut Dedi.

Hasil dari KNKT katanya akan dipadupadankan dengan hasil Timsus Mabes Polri. Setelah itu, baru mereka membuat kesimpulan terkait kecelakaan ini.

"Nanti dari KNKT bagaimana teknsinya.  Kami kan bicara non-teknis nih nah nanti divalidkan. Teknisnya seperti ini nonteknisnya seperti ini. Klop tidak.  Kalau klop, nanti buat kesimpulan," jelasnya.

Sejauh ini, hasil sementara penyelidikan yang dilakukan KNKT, kata Dedi suai dengan apa yang ditemukan oleh timsus tersebut. Adapun penyelidikan KNKT yang didapat dari pemeriksaan flight data recorder (FDR) black box Lion Air, ditemukan adanya gangguan dari sensor Angle of Attack (AOA). AOA sudah mengalami kerusakan pada empat penerbangan terakhir dari pesawat itu. Salah satunya ketika terbang dari Bali ke Jakarta. 

"Hipotesa awal itu hampir klop dengan hasil pemeriksaan kami. Pemeriksaan sementara KNKT kan sudah ada hipotesanya tuh, gangguan navigasi, baik ketinggian maupun kecepatan," tukas Dedi. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up