JawaPos Radar

Kecelakaan Lion Air JT 610

Terima Asuransi Rp 1,3 Miliar, Keluarga Korban: Jangan Minta Aneh-aneh

08/11/2018, 09:34 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Terima Asuransi Rp 1,3 Miliar, Keluarga Korban: Jangan Minta Aneh-aneh
Ilustrasi: Keluarga korban Lion Air meminta agar pihak maskapai tak meminta persyaratan yang berbelit untuk klaim asuransi (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keluhan terhadap pihak Lion Air kembali datang dari keluarga korban. Khususnya terkait dana asuransi yang akan dicairkan terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Idariani, 48, warga Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mengaku syarat yang diberi Lion Air terhadap ahli waris korban membuat beban di pikirannya. "Maksudku, dari pihak Lion jangan aneh-aneh. Minta akte, waktu zaman kami lahir di dukun, surat lahir saja ndak ada," ujarnya ketika menerima jenazah kedua cucunya, semalam, Rabu (7/11) malam.

Karenanya, dia meminta agar pihak Lion Air memahami kondisi yang tengah dialami keluarga korban, bukan dengan meminta persyaratan yang mempersulit mereka.

"Kami orang kampung, ndak sekolah, capek rohani, capek jasmani, capek pikiran, jantungku pun capek, jangan dipersulit. (Minta) akte kelahiran, ribet bener. Anak kami di kampung tuh susah cari, kami di sini," kesalnya.

Karena itu, hingga saat ini dia mengaku belum mengurus klaim asuransi yang dijanjikan pihak Lion Air. Sementara itu, kendati mendapat asuransi hingga miliaran rupiah, Ida mengaku tetap tidak cukup untuk mengganti nyawa anaknya. Jika boleh memilih, dia ingin nyawa anak dan cucunya saja.

"Duit sebanyak apa pun tetap kurang lah, walaupun bermiliar-miliar. Ku tetap mau anakku. Ku orang miskin uang miliar-miliar, anakku lah tak tergantikan," tegas Ida dengan nada tinggi.

Sebelumnya, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengatakan, pihaknya menggelontorkan dana Rp 1,3 miliar untuk satu orang ahli waris per penumpang pesawat JT-610. Dengan rincian, asuransi kecelakaan sebanyak Rp 1,250 miliar dan uang ganti rugi bagasi sebesar Rp. 50 juta.

Miliaran rupiah itu, kata Daniel, akan diserahkan secara tunai baik melalui transfer antarbank maupun langsung ke ahli waris. Namun, setelah semua proses tuntas dan datanya valid.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyerahkan uang saku, uang pemakaman, dan transportasi kepada keluarga untuk membawa korban yang sudah teridentifikasi ke tempat pemakaman. "Sepenuhnya kita berikan cash 25 juta untuk pemakaman," kata Daniel beberapa waktu lalu.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up