alexametrics

JJ Rizal: Wacana Pemindahan Ibu Kota Tak Serius, Hanya Muncul Saat….

8 Juli 2017, 18:29:45 WIB

JawaPos.com – Wacana pemindahan ibu kota didorong untuk lebih didiskusikan dengan serius, tak sekadar wacana. Sebab, Jakarta sebagai ibu kota kini memiliki beban yang terlalu berat.

Sejarawan Universitas Indonesia (UI) JJ Rizal menyebut beban Jakarta terlalu rakus tapi tak bisa digantikan, namun fungsinya bisa dibagikan.

Jakarta seolah ingin mengambil semua peranan sampai tak mau membagi ke wilayah kota penyangga.

“Jakarta ini sangat rakus semua ingin diambil alih bahkan membagi ke tetangganya enggak mau. Bayangkan Jakarta punya APBD Rp 76 triliun,” tukas Rizal kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/7).

APBD Depok hanya sebesar Rp 2,5 triliun sementara Depok harus menanggung penduduk urban dari Jakarta. Pasalnya kaum urban tidak sanggup lagi tinggal di ibu kota. APBD Bekasi Rp 5,5 triliun dan APBD Tangerang Rp 3,2 triliun.

Rizal menjelaskan tata ruang Jakarta harus dipulihkan. Namun, wacana pemindahan ibu kota ini selalu muncul ketika pemerintah menghadapi masalah yang krusial dan tidak punya jawaban.

Misalnya, saat sudah putus asa terhadap bencana banjir. Terbukti, ide pindah ibu kota itu tidak terdiskusikan secara serius. “Dipindahkan secara keseluruhan seperti Brasil atau dipindahkan seperti Malaysia, atau yang mana. Itu tak jelas,” keluhnya.

Termasuk, diskusi mengenai sejarah mengenai Bung Karno itu sama tidak seriusnya karena Bung Karno tidak pernah membayangkan pindah ibu kota. “Mana pernah ada,” pungkasnya. (cr1/JPG)

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
JJ Rizal: Wacana Pemindahan Ibu Kota Tak Serius, Hanya Muncul Saat….