alexametrics

PSBB Sidoarjo Berlaku, Justru Temukan 60 Kasus Baru Covid-19

8 Mei 2020, 17:48:33 WIB

JawaPos.com– Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diharapkan mampu menekan persebaran Covid-19. Namun, fakta di Sidoarjo berbicara lain. Jumlah kasus positif meningkat setiap hari. Kemarin (7/5), dalam sehari, jumlah kasus bertambah 12 orang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menargetkan, selama 14 hari PSBB, hanya terjadi 40 kasus baru. Namun, baru sepuluh hari sejak PSBB diberlakukan, yaitu 28 April, terjadi 60 kasus baru. Kepala Dinkes drg Syaf Satriawarman SpPros menyatakan, salah satu penyebabnya adalah tidak optimalnya perilaku jaga jarak. Masih banyak warga yang tak mematuhi aturan PSBB. ’’Keluyuran malam. Tidak pakai masker dan bergerombol,’’ ungkapnya.

Banyak warga yang terinfeksi tanpa menunjukkan gejala. Ditemukan kasus positif dari rapid test di berbagai tempat. Mulai pasar, warung kopi, hingga masjid. Dinkes langsung menindaklanjuti rapid test dengan tes swab. Menurut Syaf, hasil swab tidak jauh berbeda dengan rapid test. Indikasi positif 80 persen, hasil swab juga positif. Hanya sedikit orang yang hasil swab-nya negatif.

Rabu malam (6/5), rapid test dilakukan di Masjid Al Ikhlas, Perumahan Bluru Kidul. Setelah salat, satu per satu jamaah dites. Total ada 123 orang yang menjalani uji cepat. Hasilnya, enam orang reaktif atau positif rapid test. Empat laki-laki dan dua perempuan.

Enam warga itu langsung menjalani observasi di balai diklat BKD. Lantas, Masjid Al Ikhlas disemprot dengan disinfektan. ’’Aktivitas masjid tetap berjalan,” terangnya.

Para jamaah pun diminta mematuhi protokol kesehatan. Kenakan masker. Bersihkan diri. Jaga jarak saat salat. Di Tropodo, Waru, petugas menggelar rapid test di Masjid Baitusy Syakur, Jalan Raya Tropodo. Total ada 29 jamaah yang menjalani tes cepat. ’’Seluruhnya negatif,’’ imbuhnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : may/aph/c18/roz

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads