alexametrics

Konflik Global Berpotensi Kerek Inflasi, ini Langkah Pemerintah

8 April 2022, 14:49:32 WIB

JawaPos.com – Pada 2021, perlahan-lahan kondisi ekonomi dalam negeri mulai mengalami peningkatan. Akan tetapi, memasuki tahun 2022 terjadi dinamika global yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi.

Salah satunya yakni konflik Rusia-Ukraina. Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menuturkan, konflik Rusia-Ukraina akan semakin memperberat risiko global dan memicu volatilitas harga komoditas utama dunia.

“Kita tahu harga komoditas meningkat, harga energi meningkat dan juga harga pangan dunia tinggi, mulai CPO, gandum, jagung, dan semuanya terus mengalami tren peningkatan. Indonesia tidak luput dari dampak tersebut, baik langsung dan tidak langsung,” kata dia dalam media briefing secara daring, Jumat (8/4).

Bahkan OECD pada laporan Maret 2022 memperkirakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi global terkoreksi 1 persen, dari 4 persen menjadi 3 persen. Lalu, terjadi inflasi yang dari prediksi meningkat, dari 4 persen menjadi 6 persen.

“Ini adalah situasi extraordinary lanjutan dari pandemi Covid-19 yang sudah mulai mereda,” imbuhnya.

Dia mengatakan, berbagai perkembangan situasi global ini jelas akan membuat tantangan pemulihan ekonomi nasional semakin berat. Maka perlu berbagai upaya baik dari sisi permintaan maupun penawaran, yakni penyesuaian harga komoditas domestik seiring dengan kenaikan harga ditingkat global.

Terkait dengan hal ini, Susiwijono mengatakan pemerintah juga meninjau ulang berbagai macam subsidi. Namun, yang penting juga adalah menjaga bantalan sosial masyarakat, terutama menengah ke bawah.

Salah satu upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat adalah dengan memberikan bantuan, antara lain adalah bantuan langsung tunai minyak goreng (BLT migor). “Untuk menekan inflasi ini salah satunya memang kita melakukan dua sisi kebijakan tadi, dari sisi suplai sendiri kita lakukan untuk stabilisasi harga dan dari demand sendiri kita menjaga daya beli masyarakat kita,” tutup Susiwijono.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads