alexametrics

Jokowi Tegaskan Tak akan Kompromi dengan Tindakan intoleransi

8 April 2021, 14:26:13 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam aksi terorisme yang beberapa waktu lalu terjadi di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Hal tersebut dikatakan Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui daring di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/4).

“Kita dikejutkan oleh tindakan kekerasan yaitu terorisme, tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, tidak ada tempat bagi para pelaku radikalisme. Bahkan terorisme itu adalah kejahatan besar yang mengancam kerukunan umat berbangsa.

“Jelas-jelas merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menegaskan pemerintahan yang ia pimpin tidak akan berkompromi dengan tindakan intoleransi. Sebab itu tindakan intoleransi mengancam kedaulatan negara.

“Eksklusivitas dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam hal ini sikap pemerintah tegas tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Jokowi berharap PKB di bawah komando Muhaimin Iskandar bisa menebarkan nilai-nilai yang anti terhadap radikalisme. Termasuk menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar sesama.

“Sehingga radikalisme terorisme tidak ada lagi di negara yang kita cintai ini Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, sebuah ledakan terjadi di pintu Gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3) pagi. Ledakan tersebut berasal dari pelaku bom bunuh diri.

Baca Juga: Bom di Katedral Makassar, JK: Kita Tidak Toleransi Segala Bentuk Teror

Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

Polri menyebut pelaku berjumlah dua orang. Keduanya merupakan pasangan suami-istri berinsial L dan YSF.

Belakangan mereka disebut terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Keduanya melakukan aksi bom Makassar dengan menggunakan sepeda motor matik.

Tak berselang lama, juga terjadi penyerangan ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3). Orang tak dikenal masuk ke Mabes Polri, menodongkan senjata api, hingga akhirnya ditembak mati di lokasi.

Perempuan ini berinisial ZA, dia lahir di Jakarta pada 14 September 1995. Dia berusia 25 tahun dan tewas ditembak polisi karena dia melakukan penyerangan. Dia adalah perempuan lajang, berasal dari Ciracas, Jakarta Timur.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono




Close Ads