alexametrics

Arus Mudik Libatkan 52 Ribu Armada, Angkutan Lebaran Mulai Diinspeksi

8 April 2019, 19:15:47 WIB

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan sarana transportasi untuk angkutan Lebaran 2019. Berdasar pengalaman tahun lalu, ada 52.043 angkutan dari seluruh moda yang terlibat. Mulai bus, kapal ro-ro, kapal laut, pesawat, hingga kereta api. Karena itu, dibutuhkan persiapan matang.

Inspeksi dimulai dari armada laut. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Wisnu Handoko menginspeksi tiga kapal tol laut yang bersandar di Pelabuhan Tenau, Kupang.

“Kapal sedang sandar, yaitu KM Siguntang dengan Operator PT Pelni (Persero), kapal KM Camara Nusantara 6 dengan Operator PT Luas Line, dan KM Sabuk Nusantara 55 dengan operator PT Suasana Baru,” ujar Wisnu. Tiga kapal itu merupakan bagian dari angkutan laut Lebaran 2019. Pemeriksaan dilakukan di ruang penumpang, anjungan, dan kamar mesin.

“Tahun ini seluruh armada kapal yang disubsidi akan dinilai dan dievaluasi per tiga bulan,” ungkapnya. Penilaian rutin dilakukan setelah Juni untuk seluruh kapal, baik operator BUMN maupun swasta. Yang dinilai adalah kelaikan, kebersihan, dan kenyamanan. Jika angkutan tidak lulus uji, bisa jadi izin operator tidak akan diperpanjang pada tahun berikutnya.

Dia menjelaskan, Ditjen Perhubungan Laut menyiapkan mudik gratis dengan kapal. Pendaftaran dimulai bulan ini. Jadwal keberangkatan angkutan laut mudik gratis dengan kapal bagi pengendara motor dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Tanjung Emas Semarang adalah 30 Mei dan 1 Juni. Sedangkan untuk jadwal arus balik dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ke Tanjung Priok Jakarta mulai 8 hingga 10 Juni 2019. “Kuota yang disiapkan tahun ini sebanyak 4.000 motor dan 8.000 penumpang,” ungkap Wisnu.

ILUSTRASI: Kebutuhan armada untuk mudik Lebaran 2019 diperkirakan tidak jauh berbeda dibanding Idul Fitri 2018. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pada sektor perhubungan udara, inspeksi juga ditingkatkan. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono mengungkapkan, inspeksi dimulai bulan ini. “Yang diinspeksi adalah prasarana dan sarana penunjang operasional penerbangan. Hal ini dilakukan lebih awal karena perbaikannya membutuhkan waktu, inspeksi akan melibatkan otoritas bandar udara,” katanya.

Hingga Maret, 12 maskapai siap melayani angkutan udara Lebaran. Total armada yang tercatat di Ditjen Perhubungan Udara mencapai 547 unit. Ditjen Hubud juga berencana melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan bandara, navigasi penerbangan, dan maskapai. Dia berharap tidak ada kendala dalam pelaksanaan angkutan Lebaran.

“Yang perlu diantisipasi adanya gangguan keselamatan dan keamanan, tarif pesawat, bagasi berbayar, antisipasi cuaca ekstrem, kapasitas pesawat, dan lonjakan penumpang. Selain itu, bahaya terorisme, penggunaan narkoba, hingga perubahan pola penerbangan,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lyn/c10/oni)



Close Ads