alexametrics

Resmi! Perjalanan Dalam Negeri Tanpa PCR/Antigen

8 Maret 2022, 18:14:36 WIB

JawaPos.com – Pemerintah menetapkan kebijakan bagi para pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) untuk bebas menyertakan surat antigen dan PCR negatif, baik transportasi darat, laut dan udara. Hal ini pun disambut antusias oleh masyarakat.

Namun, ada kesalahpahaman soal penetapan kebijakan tersebut. Publik mengira bahwa per 8 Maret ini sudah bebas menyertakan dokumen PCR. Padahal, pemerintah telah mengatakan bahwa kebijakan ini aktif setelah ada aturan yang mengikat.

Sore ini, Satgas Penanganan Covid-19 telah resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. SE ini berlaku efektif dan telah ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19 Suharyanto pada tanggal 8 Maret 2022.

“Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 8 Maret 2022 sampai waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan ataupun hasil evaluasi dari kementerian/lembaga,” ujar Suharyanto dikutip JawaPos.com, Selasa (8/3).

Salah satu dasar hukum aturan ini adalah keputusan rapat terbatas (Ratas) tanggal 7 Maret 2022. Dengan berlakunya SE ini, maka SE Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 22 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Covid-19 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Ruang lingkup Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap PPDN yang menggunakan seluruh moda transportasi di seluruh wilayah Indonesia,” kata dia.

Seperti diketahui, sebelumnya berdasar pantauan JawaPos.com, penumpang perjalanan jauh kereta api di Stasiun Gambir masih diwajibkan penyertaan dokumen hasil tes negatif Covid-19. Bagi calon penumpang yang belum sempat tes antigen dapat melakukannya di stasiun tersebut seharga Rp 35.000.

”Masih (antigen). Katanya sih kemarin beritanya sudah nggak pakai ya, tapi ini masih. Untung saya nggak datang mepet,” kata Difa salah satu penumpang kepada JawaPos.com, Selasa (8/3).

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads