alexametrics
Serahkan 45 Ribu Petisi

Erick Desak Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali

8 Februari 2019, 15:43:02 WIB

JawaPos.com – Aliansi Jurnalis Independent (AJI) berencana akan menyerahkan 45 ribu petisi untuk mendesak Presiden Joko Widodo mencabut remisi terhadap I Nyoman Susrama pelak pembunuhan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group), AA Gde Narendra Prabangsa. Sebab pemberian remisi tersebut dinilai telah melanggar HAM dan mengina kebebasan pers.

“Remisi terhadap Susrama ini memenuhi unsur pelanggaran HAM, artinya kita AJI seluruh Indonesia mendesak agar remisi ini dicabut,” kata Ketua Advokasi AJI Jakarta Erick kepada JawaPos.com, Jumat (8/2).

Erick menuturkan, pemberian remisi terhadap Susrama dinilai telah melukai kebebasan pers. Sebab, korban dibunuh karena memberitakan dugaan korupsi di Kabupaten Bangli.

“Ini juga mengganggu kebebasan pers,” tegasnya.

Erick menduga pemberian remisi melalui Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 diduga melanggar hak asasi manusia (HAM). Karena presiden tidak mempertimbangkan aspek dari keluarga korban maupun dunia jurnalis.

“Dalam UU HAM jelas disebutkan, ketika seorang merasa haknya tidak dipenuhi, tidak merasa keadilan dalam proses hukum itu merupakan bentuk pelanggaran HAM,” tegasnya.Tegas, Erick Desak Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali

Oleh karena itu, AJI melalui petisi sebanyak 45 dukungan dari masyarakat meminta Jokowi untuk mencabut remisi terhadap Susrama.

“Kita akan menyerahkan petisi dari publik 45 ribu petisi, yang meminta agar remisi ini dicabut oleh presiden. Sekaligus kita menyerahkan surat terbuka agar remisi ini dicabut,” tandasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Erick Desak Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali