alexametrics

Gus Ipul Sekjen PBNU? Rais Aam: Kan Kabar, Belum Diumumkan

8 Januari 2022, 16:34:16 WIB

JawaPos.com- Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung memang sudah selesai pada 22-24 Desember 2021. Sempat dikhawatirkan memanas, gawe lima tahunan Ormas terbesar itu berjalan teduh. Muktamarin menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum PBNU.

Yang belum selesai hingga kini adalah pengisian kepengurusan PBNU periode 2021-2026. Terutama di jabatan-jabatan yang kerap menjadi incaran setelah posisi ketua. Yakni, sekretaris dan bendahara. Beberapa hari terakhir, di grup-grup WhatsApp sempat beredar nama-nama yang menempati jabatan strategis tersebut. Satu di antaranya ada nama Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Pria yang kini menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan itu disebutkan menduduki jabatan sekretaris jenderal (Sekjen) PBNU. Di kepengurusan muktamar ke-33 di Jombang, Gus Ipul sudah menjadi salah satu ketua PBNU. Sedangkan di bendahara umum ada nama Mardani H. Maming, ketua BP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), kader PDI Perjuangan.

Betulkah? Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat dikonfirmasi wartawan soal kabar Gus Ipul bakal menjadi Sekjen menyatakan, masih belum pasti. ‘’Kan kabar, belum diumumkan,’’ katanya sembari tersenyum seusai menghadiri Halaqah Ulama dan Umara yang diselenggarakan MUI Kabupaten Gresik, Sabtu (8/1).

Yang pasti, Kiai Miftach–panggilan KH Miftachul Akhyar—mengungkapkan bahwa rencana pelantikan pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026 akan dilaksanakan pada 31 Januari 2022. Tanggal kalender masehi itu merupakan hari lahir NU. Tepatnya, pada 31 Januari 1926. ‘’(Pelantikan) ini rangkaian pra harlah. Kan harlah 16 Rajab bertepatan pada 17 Februari,’’ ujarnya.

Ditanya kompisisi kepengurusan PBNU ke depan, Kiai Miftach berharap akan banyak diisi oleh generasi-generasi muda yang sudah berpengalaman. PBNU mendatang, antara syuriah dan tanfidziyah, bisa sama-sama menjalankan tugas masing-masing. Terutama supremasi syuriah. Sebab, saat ini merupakan momentum NU memasuki abad kedua.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads