alexametrics

KASN Bantah Usulkan Penambahan Libur Hari Jumat Bagi PNS

7 Desember 2019, 15:30:32 WIB

JawaPos.com – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) membantah mengusulkan penambahan libur pada hari Jumat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). KASN menyebut wacana ini bermula dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB) yang ingin melakukan uji coba terhadap PP Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kerja Pegawai Negeri Sipil.

“Jadi, saya ingin menegaskan wacana untuk penambahan libur ini bukan idenya komisi aparatur negara,” kata Komisioner KASN, Rudiarto Sumarwono di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

“Dan memang kebetulan salah satu ketua project manajemen office dari pada optimalisasi kinerja pegawai tersebut adalah Doktor Waluyo mantan KASN. Sebetulnya ini bukan domainnya KASN untuk melakukan ide ini,” imbuhnya.

Rudi menjelaskan, KASN hanya mengusulkan tiga cara bekerja ASN. Usulan tersebut muncul setelah belajar kepada Australia, tentang Flexible Work Arrangements (FWA).

“Dimana PNS dalam program kerjanya tidak hanya kerja di kantor tapi kerja di rumah. Kedua, dilakukan pada jam-jam berapa saja tidak hanya pukul 08.00-16.00. Terakhir, flexible job, yaitu pekerjaan dilakukan tidak hanya satu orang pegawai,” terangnya.

Rudi mengatakan, di negara maju seperti Australia, tidak semua pekerjaan PNS bisa diterapkan secara fleksibel. Pekerjaan fleksibel itu hanya dilakukan untuk PNS yang kinerjanya sudah baik.

“Inilah artinya konsep sebenarnya. Artinya tidak semua PNS bisa bekerja seperti itu, ada mekanisme, siapa yang bekerja di rumah dengan sistem kinerja yang terpadu. Yang penting output-nya terjaga,” ujarnya.

Dia menambahkan, apabila aturan penambahan libur hari Jumat akan diterapkan di Indonesia, maka harus dilakukan evaluasi menyeluruh terlebih dahulu.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads