alexametrics

Gendong Si Kecil, Ibu Korban Perahu Terbalik Ritual di Bengawan Solo

7 November 2021, 21:52:50 WIB

JawaPos.com- Proses pencarian korban perahu terbalik di Bengawan Solo wilayah Tuban-Bojonegoro, masih terus berlanjut. Pencarian pada hari kelima Minggu (7/11), tim SAR gabungan belum menemukan tambahan korban lagi. Setidaknya, masih menyisakan empat penumpang perahu yang sudah teridentifikasi.

‘’Hari ini nihil. Pencarian akan dilanjutkan besok (Senin, Red). Rencananya sampai Selasa. Mohon doanya, semoga empat penumpang yang sudah teridentifikasi segera bisa ditemukan,’’ kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto dihubungi Jawa Pos, Minggu (7/11) malam.

Sebelumnya, dari sebanyak 19 penumpang perahu, 10 orang berhasil diselamatkan, 5 korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD), dan 4 orang masih dalam proses pencarian. Korban MD yang terakhir ditemukan atas nama Dian Purnama, warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Jasad pemuda 27 tahun itu ditemukan sekitar 10 km dari tempat kejadian musibah (TKM).

Saat musibah terjadi pada Rabu (3/11) lalu, pukul 09.00 WIB, Dian naik perahu penyeberangan dari wilayah Kecamatan Rengel, Tuban, ke wilayah Kecamatan Kanor, Bojonegoro, itu bersama Erma Azila, istrinya, dan anak pertamanya yang masih balita. Sebuah keajaiban terjadi, sang anak berhasil diselamatkan oleh para pemambang pasir. Sedangkan Azila tenggelam dan terseret arus deras Bengawan Solo bersama suaminya.

Sementara itu, belum ditemukannya korban Azila, juga membuat anggota keluarganya ikut terus berikhtiar lahir dan batin. Minggu (7/11), misalnya. Ibu dan bapak korban Azila, mendatangi posko tim SAR gabungan di Desa Semambung, Kanor. Mereka menyampaikan ke petugas untuk diizinkan melaksanakan ritual membasuh muka di TKM. Yakni, lokasi penyeberangan perahu di sisi Bojonegoro.

Ibu korban Azila tampak mengajak serta si kecil, anak kedua dari pasutri Dian Purnama-Erma Azila. Bocah berusia 2 tahun itu dalam gendongan sang nenek. ‘’Ya, memang betul. Kami memahami dan memaklumi. Karena orang Jawa kan demikian. Ada ikhtiar-ikhtiar spiritual. Mungkin atas saran dari orang yang memang dikenal memiliki kelebihan bidang itu,’’ kata Ardhian.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: