alexametrics

Komnas HAM Papua: Jangan Menyebar Informasi Negatif

7 Oktober 2019, 10:14:35 WIB

JawaPos.com – Para pengungsi yang masih bertahan di Wamena, Jayawijaya, Jayapura, atau kota-kota lain diminta tidak menyebarkan informasi atau kabar bernada negatif terkait kerusuhan yang terjadi pada Senin (23/9) di Wamena.

Hal itu ditekankan Kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey. Menurutnya, informasi negatif justru semakin memperkeruh keadaan. Padahal, saat ini kondisi di Wamena berangsur kondusif.

“Jikalau ada di antara para pengungsi mengalami insiden langsung saat kejadian, sebaiknya jangan menyebarkan informasi atau kabar yang bernada provokasi lagi, karena itu akan memunculkan sentimen baru dan dampak negatif lainnya,” kata Frits, Senin (7/10).

Menurutnya, informasi yang diberikan pengungsi sering dimanfaatkan dan diputarbalikkan kelompok tertentu. Frits khawatir, berita yang terkesan provokatif sangat berpotensi memicu kekerasan, baik kekerasan fisik, kebencian, dendam, atau sentimen-sentimen baru.

“Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dan kota mesti mencegah kelompok-kelompok atau aktor yang berpotensi meresahkan masyarakat. Buka komunikasi dengan baik supaya warga mendapat jaminan bahwa kerusuhan tidak akan terjadi lagi,” tambahnya.

Sejauh ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Dinas Informasi dan Komunikasi Papua sudah memblokir dan membatasi akses internet di Papua paska kerusuhan. Sementara di sisi lain, perusahaan Facebook Inc, Kamis (3/10), mengumumkan telah menghapus ratusan laman, grup, dan akun Facebook di empat negara, termasuk Indonesia.

Tindakan itu diambil karena pengelola Facebook mengidentifikasi adanya pelanggaran yang disebut sebagai, “perilaku tak otentik terkoordinasi.” Diantara yang dihapus termasuk 100 akun terkait Papua.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads