alexametrics

5.000 Orang di Balaroa dan Petobo Diperkirakan Tertimbun Jalan Amblas

7 Oktober 2018, 23:30:01 WIB

JawaPos.com – Wilayah Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah menjadi tempat yang menjadi fokus pencarian korban. Pasalnya, Perumnas Balaroa merupakan permukiman padat yang memiliki 1.045 unit rumah. Bahkan, jumlah korban yang ditemukan pun terus bertambah.

“Perumnas Balaroa ini mengalami amblasan dan kenaikan. Perumahan ini tepat di jalur sesar. Dan jumlah korban terus bertambah, sampai kemarin 165 orang,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Minggu (7/11).

Diperkirakan, ribuan orang tertimbun di bawah reruntuhan jalan akibat gempa disertai tsunami pada Jumat (28/9) lalu. Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut.

“Berdasarkan laporan Kepala Desa Balaroa dan Petobo, terdapat sekitar 5.000 orang yang belum ditemukan. Petugas masih melakukan konfirmasi dan pendataan, memang tidak mudah mengetahui korban yang tertimbun material longsoran maupun likuifaksi akibat longsoran tadi,” terangnya.

Begitu pula di wilayah Petobo bagian timur yang mengalami kerusakan parah akibat lumpur atau likuifaksi setinggi hampir 3 meter. Sehingga, proses evakuasi korban harus dilakukan dengan alat berat.

“Tim SAR mencari korban di reruntuhan, bangunan yang rusak. Tidak semua tertimbun lumpur. Tim SAR terus mencari, namun kondisinya sulit,” kata Sutopo.

Berdasarkan data terakhir BNPB, Minggu (7/11) pukul 13.00 WIB, korban meninggal dunia kini mencapai 1.763 orang. Dari jumlah tersebut, 1.755 jenazah telah dimakamkan. Sementara itu, masih ada 152 korban yang tertimbun, 265 korban hilang, dan sebanyak 2.632 orang mengalami luka berat serta masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : (yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
5.000 Orang di Balaroa dan Petobo Diperkirakan Tertimbun Jalan Amblas