alexametrics

Pilih Golput di 2019, Suciwati: Jokowi Bisanya Ngomong doang!

7 September 2017, 22:55:08 WIB

JawaPos.com – Suciwati, istri almarhum pejuang HAM Munir Said Thalib mengaku tak mau lagi terlalu berharap kepada Presiden Joko Widodo. Pasalnya, hingga kini, kasus kematian suaminya itu tak kunjung dituntaskan. 

Padahal dalam janjinya saat kampanye dan September tahun lalu, Jokowi mengatakan akan menuntaskannya dan menemukan dokumen tim pencari fakta (TPF) kasus Munir yang dinyatakan hilang. 

“Pesimis saya sama Presiden Jokowi,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Munir, Demokrasi, dan Perlindungan Pembela HAM di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Selasa (5/9).

Pilih Golput di 2019, Suciwati: Jokowi Bisanya Ngomong doang!
Aksi memperingati 13 tahun kematian Munir. (elfany Kurniawan/JawaPos.com)

Suciwati mengatakan, dirinya tidak perlu lagi bertemu dengan Jokowi. Sekalipun saat peringatan HUT RI lalu dia diundang untuk hadir. 

Dia menegaskan baru akan hadir jika Jokowi mengundangnya dalam pengadilan hak asasi manusia (HAM). Karenanya, bertemu dengan Jokowi saat ini tidak lagi penting.

Kata Suci yang terpenting adalah Jokowi memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan janji yang diucapkannya. Tapi belakangan janji itu seakan hilang ketika isu HAM tidak lagi disampaikan dalam pidatonya 17 Agustus lalu. 

“Saya nggak percaya lagi, Jokowi bisanya ngomong doang, enggak ada implementasikan dari apa yang diomongkan,” tutur Suciwati.

“Seorang presiden dia harus bertanggung jawab, belajarlah jadi seorang pemimpin yang ketika kamu bicara harus kamu buktikan,” keluhnya. 

Suciwati benar-benar tidak lagi percaya dengan para penguasa atau pemimpin. Untuk itu dia merencanakan golput dalam pemilu legislatif dan presiden pada 2019 mendatang. 

“2019, saya pinginnya golput. Tapi golput cerdas. Saya pilih semua, saya rusak. Tetap suara saya ada,” ujarnya.

Dia mengaku tidak lagi percaya karena hari ini yang berkuasa adalah partai-partai. Sayangnya, ideologi partai-partai tersebut hanya fokus bagaimana meraih

“Mungkin berideologi kekuasan karena berideologi hak asasi manusia, belum kita ketemu,” jelasnya.

Apalagi, pendidikan politik yang dilakukan partai-partai saat ini terbilang buruk. Contohnya saja ketika mereka bungkam saat seorang tersangka masih memimpin lembaga negara. 

“Hari ini kita dipertontonkan terus menerus, pendidikan politik hari ini buruk di Indonesia,” pungkas Suciwati

Diketahui, selama 13 tahun, Suciwati menuntut keadilan atas kematian suaminya, Munir yang diracun dalam perjalannya ke Belanda. Hingga kini, otak pembunuhannya pun belum juga tertangkap.

Sejumlah pejabat penting negara diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut memgingat Munir merupakan aktivis pejuang HAM yang berhasil membuka kasus-kasus besar. 

Belakangan, pemerintah mengatakan tidak memiliki hasil rekomendasi tim pencari fakta (TPF) Munir yang fibentuk era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lalu. Padahal, Komisi Informasi Pusat (KIP) telah menyatakan bahwa dokumen itu bisa diungkap kepada publik.

Editor : admin

Reporter : (dna/JPC)



Close Ads
Pilih Golput di 2019, Suciwati: Jokowi Bisanya Ngomong doang!