JawaPos Radar

Asyik! Samsat Online Segera Diterapkan, Bakal Mampu Cegah Pungli

07/09/2017, 18:08 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Asyik! Samsat Online Segera Diterapkan, Bakal Mampu Cegah Pungli
ILUSTRASI: Contoh ATM Samsat Jatim yang diluncurkan pada 2014. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Polri bakal melakukan penerapan sistem Samsat Online di tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Hal tersebut bakal diterapkan setelah adanya nota kesepahaman Polri bersama tujuh Gubernur, hari ini (7/9).

Dengan adanya sistem tersebut, ke depan para wajib pajak dapat membayarkan pajak kendaraan mereka dengan transaksi elektronik. Tak ada lagi antre di Samsat tiap Provinsi dan Kabupaten atau Kota.

Kakorlantas Irjen Royke Lumowa menerangkan bila sistem Samsat online diharapkan bisa mencegah terjadinya pungutan liar pada saat pengurusan surat kendaraan secara konvensional.

"Tentunya untuk menghindari pungli ya. Transaksi wajib pajak dengan petugas, semuakan lewat elektronik atau online semua bayarnya," kata dia ketika ditemui di Sudirman, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (7/9).

Dia menerangkan, para wajib pajak hanya perlu dengan membayarkan tagihan pajak yang telah jatuh tempo lewat transaksi elektronik, baik dengan mobile banking maupun transfer di ATM. Hal itu tentu memudahkan masyarakat untuk mengurus surat kendaraan.

Hingga sekarang ini, menurut dia sudah ada beberapa Provinsi, Kabupaten, maupun Kota yang sudah mulai mengoperasikan sistem Samsat Online ini. Hanya saja, pada Oktober 2017 mendatang akan diluncurkan secara resmi.

"Memang ada beberapa yang sudah online di Kabupatennya, tingkat provinsinya. Tapi serentak diluncurkan Oktober 2017," terang Rokye.

Diketahui bila tujuh Provinsi telah menyetujui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) secara online. Nantinya Samsat online (e-Samsat) ini akan mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor, Asuransi Jasa Raharja, dan pengesahan STNK Tahunan.

Ketika penandatanganan MoU, hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Lalu untuk Gubernur DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Bali, masing-masing mengirim perwakilannya.

(elf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up