JawaPos Radar | Iklan Jitu

Legislator Golkar Ajak Mahasiswa Waspadai Investasi Fiktif di Dapilnya

07 Agustus 2018, 18:18:40 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Misbakhun Golkar
Anggota Komisi XI DPR Misbakhun saat memberikan materi sosialisasi soal hak nasabah bank dan investasi bodong di depan pelajar SMA. (Ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sosialisasi perlindungan konsumen perbankan menjadi salah satu program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama anggota Komisi XI DPR. Harapannya masyarakat menjadi lebih melek terhadap hak-hak sebagai konsumen bank ataupun lembaga keuangan lainnya. 

Salah satu Anggota Komisi XI yang ikut menggenjot sosialisasi tersebut adalah Mukhamad Misbakhun. Kali ini, legislator Golkar itu memberikan sejumlah pemaparan kepada kalangan pelajar SMA dan Mahasiswa di Pasuruan, Jawa Timur. Selama dua hari berturut-turut.

Sebelumnya, Senin (6/8), perwakilan OJK Malang dan Misbakhun menghadiri seminar di hadapan ratusan mahasiswa STKIP PGRI Pasuruan. Tema yang diangkat dalam seminar itu adalah Memperkuat Peran OJK dalam Perlindungan Konsumen di Sektor Perbankan.

Sedangkan hari ini, Selasa (7/8), Misbakhun menjelaskan peran OJK di hadapan ratusan siswa SMA Yadika, Bangil, Pasuruan. Menurutnya, OJK adalah lembaga negara yang bertugas melindungi konsumen terutama di sektor perbankan. 

Menurut Misbakhun, keberadaan OJK makin penting seiring makin berkembangnya industri keuangan dan investasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Legislator asal Pasuruan itu mengatakan, mahasiswa sebagai kalangan terpelajar harus bisa menghindari investasi bodong.

“Mahasiswa harus paham tentang bagaimana investasi yang sehat. Mahasiswa harus mengerti mana investasi yang benar dan mana investasi bodong. Caranya yang paling mudah adalah melihat apakah lembaga investasi itu punya izin dari OJK atau tidak,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com. 

Legislator yang merupakan mantan pegawai Kementerian Keuangan itu juga mengajak mahasiswa bisa menjadi agen gerakan pencerahan bagi masyarakat. Sebab, investasi bodong dengan segala modelnya saat ini marak dan banyak memakan korban.

"Untuk itu, mahasiswa harus menjadi motor pencerahan kepada masyarakat agar mawas terhadap berbagai iming-iming investasi fiktif,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Pasuruan dan Probolinggo itu. 

Hal serupa juga disampaikan Misbakhun saat menemui ratusan siswa SMA Yadika. Ia mengingatkan para siswa yang sudah menjadi nasabah bank harus tahu hak-hak mereka. 

"Siswa yang mempunyai rekening bank adalah konsumen perbankan yang wajib mendapatkan perlindungan dari OJK untuk memastikan tabungan adik-adik semuanya aman," terangnya.

Misbakhun menambahkan, sudah menjadi tugas pokoknya sebagai anggota Komisi XI DPR untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang keberadaan OJK yang menjadi mitra kerjanya. Bahkan untuk menarik minat siswa SMA Yadika agar terpacu meningkatkan literasi di bidang keuangan.

Pada kesempatan sama, Kepala OJK Malang Widodo mengataka hasil survei menunjukkan literasi keuangan masih di angka 29,7 persen. Artinya, tingkat pengetahuan masyarakat tentang sektor keuangan masih sangat rendah. 

"Sehingga masih banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan investasi keuangan" ujar Widodo.

Widodo pun mengharapkan para pelajar dan mahasiswa yang mengikuti seminar itu bisa menyebarkan informasi tentang investasi yang sehat di keluarga dan komunitasnya masing-masing. 

"OJK terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui kegiatan seminar dan sosialisasi seperti ini," pungkasnya.

 

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up