alexametrics

Persiapan Jelang Puncak Haji: Cek Kesehatan hingga Cuci Pakaian Ihram

7 Juli 2022, 11:53:32 WIB

JawaPos.com – Sejak transportasi bus salawat distop sementara pada 4 Juli 2022, aktivitas calon jemaah haji (CJH) Indonesia lebih banyak dihabiskan di pemondokan atau hotel. Mereka menyiapkan kondisi agar fit menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifa, dan Mina (Armuzna).

Di Hotel Arkan Bakkah 1 yang terletak di Mahbas Jin, Makkah, misalnya. Di hotel yang ditempati 5.422 jemaah itu, musala selalu penuh. Kapasitas musala mencapai 1.500 orang. Jemaah memilih beribadah di musala hotel. Juga, mengikuti kajian-kajian bimbingan teknis untuk kegiatan ibadah di Armuzna.

Selain di musala, sebagian jemaah yang lain beribadah di Masjid Darwis Al Fahru. Jaraknya sekitar 300 meter dari Hotel Arkan Bakkah 1. Masjid berlantai tiga itu mampu menampung ribuah jemaah. Bahkan, pada Rabu (6/7) malam, saat salat Isya jemaah meluber hingga ke halaman.

Persiapan lain yang dilakukan jemaah adalah melakukan check-up kesehatan yang difasilitasi emergency medical team (EMT) di Hotel Arkan Bakkah 1. Tim medis akan mengidentifikasi kondisi kesehatan jamaah, terutama bagi mereka yang memiliki keluhan sakit.

Mashuri Masyhuda, petugas PPIH di sektor 1 Makkah, menuturkan, jemaah juga mempersiapkan ibadah wukuf di Arafah dengan mencuci pakaian ihram. Sebelumnya, kain ihram itu sudah dipakai beberapa kali untuk umrah wajib dan umrah sunnah. ”Jemaah ingin menggunakan pakaian yang bersih dan suci selama wukuf di Arafah,” kata dia.

Apalagi, wukuf pada haji kali ini terbilang istimewa karena jatuh pada hari Jumat atau dikenal dengan haji akbar. ”Momentum haji akbar, yakni wukuf di hari Jumat, merupakan momentum yang dirindukan semua jemaah haji karena sangat jarang terjadi,” imbuh Mashuri.

Tidak hanya jemaah, petugas pun melakukan sejumlah persiapan jelang ibadah di Armuzna. Petugas di divisi transportasi, misalnya. Semua tim transportasi di Daker Makkah berkoordinasi untuk memastikan layanan dan mobilisasi jemaah ke Arafah.
Setelah menyantap makan malam dengan menu nasi kebuli dan kambing, para petugas melakukan pemetaan tupoksi petugas transportasi yang disebar merata di semua area pos pantau.

”Pengawasan yang berlapis untuk mengawal mobilisasi jemaah haji Indonesia yang akan berkumpul bersama jutaan jemaah haji dari negara lain selama masa Armuzna,” terang Mashuri.

Koordinasi tersebut sangat penting sebagai langkah mitigasi yang dapat meminimalkan risiko potensi tersesat atau terpisahnya jemaah haji Indonesia dari rombongannya.

Kamis (7/7) pagi, para jemaah secara bertahap akan diberangkatkan menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf. Kemudian, melanjutkan ke Muzdalifah dan Mina. Seluruh layanan mulai tenda bagi jemaah beserta sarana pendukungnya seperti AC hingga toilet sudah disiapkan.Termasuk juga untuk layanan kesehatan dan konsumsi.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah mengecek kesiapan layanan jemaah di Armuzna. Dia menilai, layanan jemaah pada haji tahun kali ini lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Dia tidak memungkiri jika masih ada kekurangan. Namun, dengan masa persiapan yang singkat, apa yang dilakukan PPIH sudah maksimal.

”Teman-teman PPIH sudah oke karena waktu terbatas. Tahun depan saya optimis akan lebih bagus,” kata Yaqut setelah meninjau tenda jemaah di Mina, Rabu (6/7) sore.

Dikky Syadqomullah, jemaah asal kloter 5 embarkasi Surabaya, mengapresiasi kesigapan petugas dalam menjalankan tugas. Meski dengan waktu persiapan yang tidak panjang, petugas tetap berupaya menghadirkan layanan yang maksimal kepada jemaah.

”Apresiasi yang sebesar-besarnya. Pelayanannya luar biasa. Petugas sigap dan siap meski dengan waktu persiapan yang singkat,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: