alexametrics

Maskapai Mulai Terbangkan Kloter Pertama Musim Haji 2019

7 Juli 2019, 17:45:37 WIB

JawaPos.com – Maskapai penerbangan nasional pada hari ini, Minggu (7/7) mulai melakukan penerbangan perdananya untuk melayani jamaah musim Haji 2019. Arus pergi dan pulang jamaah haji rencananya akan dilakukan hingga pertengahan September 2019 mendatang.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan, kloter pertama untuk keberangkatan haji dilaksanakan secara serentak di 5 dari total 9 embarkasi yang dilayani. Kelima embarkasi tersebut yaitu Jakarta, Solo, Padang, Makassar dan Lombok.

Askhara mengatakan, Garuda Indonesia group telah melakukan berbagai persiapan untuk kelancaran penerbangan haji tahun ini. Emiten dengan tiker GIAA itu juga telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan kebandarudaraan untuk memastikan kelancaran operasional haji.

“Kami juga berupaya untuk memberikan layanan transportasi udara terbaik bagi seluruh Jemaah haji Indonesia,” kata Askhara dalam keterangannya, Minggu (7/7).

Pada musim haji ini, total jamaah haji yang berasal dari Indonesia yang akan berangkat mencapai 111.071 jamaah. Untuk mendukung operasionalnya, Garuda akan mengoperasikan 14 pesawat. Di antaranya pesawat jenis Boeing 777 (kapasitas 393 seat), Airbus 330 (kapasitas 360 seat) dan Boeing 744 (kapasitas 455 seat).

Penerbangan fase keberangkatan dimulai pada 7 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan itu akan diberangkatkan menuju Madinah dari 7 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019. Sementara untuk gelombang 2, fase keberangkatanakan diberangkatkan menuju Jeddah pada 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019.

Untuk penerbangan fase kepulangan, akan dimulai dari 17 Agustus 2019 sampai dengan 16 September 2019. Gelombang 1 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Jeddah dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 29 Agustus 2019. Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah tanggal 30 Agustus 2019 sampai dengan 16 September 2019.

“Kami akan terus memonitor pelaksanaan penerbangan Haji ini dengan mengedepankan aspek keselamatan, on time performance (OTP), dan service excellence,” kata Askhara.

Ashkara mengatakan bahwa sebagai upaya peningkatan layanan kepada para jamaah haji, Garuda Indonesia juga menghadirkan berbagai pilihan hiburan In-flight yang menarik. Maskapai plat merah tersebut akan memberikan entertainment bernuansa islami disetiap penerbangannya.

“Khusus mengenai barang bawaan, para jamaah haji diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang disepakati antara Departemen Agama dan Garuda Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Lion Air Group juga akan menerbangkan sekitar 67.457 jamaah dalam arus lebaran haji tahun ini dari sejumlah negara melalui kerjasama dengan charter dengan salah satu perusahaan internasional.

Adapun Lion Air telah mempersiapkan 288 sumber daya manusia profesional, terdiri 65 pilot, 153 awak kabin, 57 teknisi serta 13 petugas pengatur kegiatan operasional darat (flight operation officer/ FOO atauAircraft Dispatcher). Lion Air juga menggunakan basis operasional (home base) di Madinah (MED) dan Jeddah (JED), untuk masa operasional berkisar 2,5 bulan.

“Pelayanan haji mulai dari 10 Juli 2019 hingga 5 September 2019,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keteranganya, Minggu (7/7).

Pada penerbangan haji tahun ini, Lion Air melayani kota asal pemberangkatan (emberkasi) dari beberapa negara di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Eropa. Dengan kota tujuan penurunan (debarkasi) di Bandar Udara Internasional Raja Khalid, Riyadh (RUH); Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah (MED); serta Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (JED).

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim


Close Ads