alexametrics

Tujuh Negara yang Berhasil Pindahkan Ibu Kota

7 Juli 2017, 09:33:07 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia kini sedang serius menyiapkan rencana pemindahan ibu kota Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan pemindahan ibu kota dimulai tahun 2018. Sebelum merealisasikannya, ada baiknya menyimak sejarah panjang sejumlah negara yang berhasil memindahkan ibu kota mereka ke kota lain.

Alasannya berbagai macam, dari mulai kemacetan hingga ingin terciptanya pemerataan ekonomi. Ulasan JawaPos.com melansir Telegraph dan sumber lainnya, Jumat (7/7), di antaranya ada tujuh negara yang berhasil memindahkan ibu kotanya dari sekian banyak negara yang juga melakukan hal yang sama.

1. Putrajaya (Malaysia)

Negara tetangga Indonesia ini, memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Sebelum pembangunan Putrajaya sebagai ibu kota, kantor pemerintah Malaysia ditempatkan di berbagai lokasi di Kuala Lumpur. Dengan meningkatnya kemacetan lalu lintas membuat jarak antara kantor mulai menghambat proses administrasi. Akibatnya, pemerintah memutuskan untuk menciptakan sebuah kota baru di mana kantor-kantor yang tersebar bisa lebih efisien dan efektif. Kantor perdana menteri diputuskan untuk pindah ke Putrajaya pada tahun 1999.

Seluruh infrastruktur dipindahkan ke Putrajaya secara bertahap di antaranya Pengadilan Federal, istana kerajaan kedua, dan banyak bangunan administrasi lainnya. Wilayah itu dinyatakan sebagai wilayah federal pada tahun 2001.

Putrajaya dibangun di bekas lokasi perkebunan karet dan kelapa sawit. Putrajaya dikembangkan sebagai “kota hijau”. Nama Putrajaya diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama Tengku Abdul Rahman Putra. Seiring berjalannya waktu, Menteri Keuangan Malaysia di tahun 2013 mengklaim perekonomian negeri jiran semakin maju.

2. New Delhi (India)

Kebanyakan orang berpikir bahwa New Delhi adalah Delhi tetapi ternyata tidak. India resmi memindahkan ibu kotanya dari Delhi ke New Delhi pada 1911. New Delhi merupakan ibu kota India, yang berada di wilayah di Delhi. Sehingga tak sulit memindahkannya karena masih berada satu wilayah. New Delhi adalah pusat pemerintahan India. Delhi dan New Delhi terletak di tepi Sungai Yamuna.

Sedangkan Delhi memiliki gubernur sebagai kepala pemerintahan. Pemerintah India dan pemerintah Delhi bersama-sama mengelola New Delhi. Sangat sulit untuk menarik batas antara Delhi dan New Delhi. Tapi orang bisa melihat perbedaannya saat melihat arsitekturnya. Di New Delhi, ada Rashtrapathi Bhavan, gedung Sekretariat, Parlemen, Connaught Place, Lodhi Gardens, Jantar Mantar dan India Gate. Jalan-jalan dan jalur di New Delhi indah dan rapi bila dibandingkan dengan Delhi.  Sedangkan di Delhi, orang bisa menemukan monumen kuno, arsitektur dan makam Mughal. Benteng Merah, kuil Lotus, Masjid Juma, Makam Humayun juga bisa ditemukan di Delhi.

 

3. Brasilia (Brasil)

Pada 21 April 1960, pemerintah Brasil meresmikan sebuah kota baru yang dinamakan Brasilia untuk menjadi pusat pemerintahan menggantikan Rio de Janeiro. Ibu kota Brasil dipindahkan dari Rio de Janeiro yang padat ke kota Brasilia. Setelah pendiriannya sebagai ibu kota Brasil, Brasilia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Perubahan ibu kota Brasil dianggap sukses, dan banyak negara terinspirasi oleh pencapaian tersebut. Rio de Janeiro tetap menjadi pusat bisnis yang sukses.

4. Canbera (Australia)

Permasalahan perpindahan ibu kota di Australia dari Melbourne ke Canberra tak jauh berbeda ceritanya dengan Indonesia. Kepadatan penduduk di Melbourne membuat ibu kota dipindah. Tentu dengan perdebatan yang panjang di akhir abad ke-19. Setelah perselisihan panjang mengenai apakah Sydney atau Melbourne harus menjadi ibu kota nasional, akhirnya Canberra terpilih. Hal itu merupakan hasil kerja survei yang dilakukan oleh surveyor Charles Scrivener. Namun Melbourne tetap menjadi kota bisnis.

 

5. St.Petersburg (Rusia)

Moskow adalah ibu kota kekaisaran Rusia dari abad ke-14 sampai 1712. Kemudian ibu kota pindah ke St. Petersburg, agar bisa lebih dekat ke Eropa. Ibu kota Rusia dipindahkan kembali ke Moskow pada tahun 1918. Pemindahan ibu kota ini bolak-balik dipindahkan sesuai kebijakan pimpinan negara. Salah satu alasannya, agar lebih dekat aksesnya ke Eropa.

6. Abuja (Nigeria)

Pada tahun 1991 ibu kota Nigeria, negara berpenduduk paling banyak di Afrika, dipindahkan dari Lagos. Kota itu dianggap sudah tak representatif karena kepadatan penduduk yang berlebihan. Abuja, sebuah kota yang direncanakan di Nigeria tengah, dianggap lebih netral bagi banyak kelompok etnis dan agama Nigeria. Sehingga penduduk pun tak terlalu penuh sesak.

Pada 1980-an, semua instansi pemerintah seperti kompleks kepresidenan, gedung parlemen, Mahkamah Agung, serta sebagian besar kota, pindah. Sebagai sebuah ibu kota baru, Abuja menciptakan perekonomian baru. Abuja resmi menjadi ibu kota Nigeria menggantikan pada 12 Desember 1991.

7. Yangoon ke Naypyidaw (Myanmar)

Ibu kota Myanmar dulu adalah Yangoon. Pada bulan November 2005, pegawai pemerintah tiba-tiba diberitahu oleh junta militer untuk pindah ke kota utara Naypyidaw, yang telah dibangun sejak tahun 2002 namun keberadaannya tidak dipublikasikan. Masih belum ada penjelasan jelas mengapa ibu kota Myanmar direlokasi. Namun diduga proyek tersebut merupakan proyek mercusuar junta militer. (cr1/JPG)

 

 

Editor : Dhimas Ginanjar


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Tujuh Negara  yang Berhasil Pindahkan Ibu Kota