alexametrics

Pembukaan Sekolah Kembali Diduga Demi Hidupkan Roda Perekonomian

7 Juni 2021, 12:31:16 WIB

JawaPos.com – Anggota Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) Ahmad Rizali menduga bahwa ada maksud dibalik didorongnya pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Hal tersebut terkait dengan kepentingan ekonomi.

“PTM dijalankan agar pertumbuhan ekonomi berjalan. Karena dengan adanya murid masuk, roda ekonomi di sekitar sekolah itu akan hidup,” kata Ahmad dalam siaran YouTube VOX Populi Institute Indonesia, Senin (7/6).

Berdasarkan analisanya, saat ini kondisi keuangan negara sangat kritis. Jika perekenomian tidak dihidupkan segera melalui PTM terbatas, maka masalah ekonomi ini akan semakin meluas.

Bahkan, kata dia kondisi keuangan yang tengah memburuk ini juga nantinya akan mempengaruhi tunjangan yang diterima para guru. Untuk itu, ia meminta guru untuk bersiap. “Kawan guru bersiap untuk kondisi terburuk dari tunjangan profesi,” ungkapnya.

Dalam pandangannya, bisa atau memiliki kemungkinan bahwa tunjangan tersebut akan dihapuskan. “Jangan-jangan nanti itu diutang, kondisi ini mungkin bisa terjadi. Tunjangan profesi pendidik itu dikurangi sampai dihapuskan,” ucap dia.

Baca Juga: Ada Pelecehan, Hotman Laporkan Tim Asesmen TWK KPK ke Komnas Perempuan 

Di kesempatan yang sama, Wakil Sekjen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dudung Abdul Qadir memiliki pandangan lain. Ia menuturkan bahwa penghapusan tunjangan guru akibat pandemi belum akan terjadi. Sebab, negara punya kewajiban melindungi dan memberikan tunjangan kepada guru.

“Bahwa negara harus melindungi para gurunya. Negara harus memberikan penghargaan berupa tunjangan guru yang sudah sertifikasi. Jadi jangan khawatir,” tutup dia.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini: