alexametrics

Giliran One Way ke Jakarta

Polisi Antisipasi Arus Balik 8-9 Juni
7 Juni 2019, 10:20:36 WIB

JawaPos.com – Mendapat respons positif atas keberhasilan mengatur arus mudik tahun ini, Korlantas Polri kini sibuk mengurus arus balik. Rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah (one way) yang dinilai berhasil melancarkan arus mudik dari ibu kota ke berbagai daerah akan diterapkan mulai hari ini (7/6).

One way diterapkan mulai Kilometer 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung (tol Batang-Semarang) hingga Km 70 GT Cikampek Utama (tol Jakarta-Cikampek). Kaposko Regu C Operasi Ketupat 2019 AKBP Mochammad Risya menegaskan bahwa petugas di lapangan sidah siap.

Rencana awal, one way arus balik diberlakukan selama tiga hari berturut-turut. ”Yakni, pada 7 hingga 9 Juni dari pukul 12.00 hingga 24.00,” ungkapnya ketika diwawancarai Jawa Pos kemarin (6/6).

Dia menyatakan, masih sangat terbuka kemungkinan one way diperpanjang. Sebab, kondisi lalu lintas bisa saja tidak sesuai dengan prediksi. Sejauh ini, Korlantas Polri melihat pergerakan kendaraan dari daerah di sebelah barat Jakarta bakal naik signifikan mulai besok malam (8/6) sampai Minggu malam (9/6). ”Karena orang sudah masuk kantor tanggal 10,” jelasnya.

Suasana kepadatan lalu lintas di kawasan Cikarang Pusat foto diambil pada 3 Juni 2019 pukul 00:26 WIB. Pemerintah memutuskan rekayasa lalu-lintas one way (sistem satu arah) untuk arus mudik Lebaran 2019 dan akan diberlakukan juga pada arus balik. (RAKA DENNY/JAWAPOS)

Sepanjang H+1 Lebaran kemarin, kata Risya, sistem one way diberlakukan dari arah barat menuju timur, mulai pukul 12.00 sampai 20.00. Sedangkan dari arah timur menuju barat, diberlakukan one way selama lima jam, pukul 07.00-12.00. Itu dilakukan lantaran kembali terjadi kepadatan kendaraan yang keluar dari Jakarta.

Kemarin one way juga diberlakukan Korlantas Polri di luar jalan tol. Setidaknya ada tiga titik yang arus lalu lintasnya harus diurai dengan sistem satu arah tersebut. ”Yaitu, Garut, Nagreg, dan Puncak,” katanya.

Semua berada di jalur selatan. Kepadatan itu terjadi karena banyak warga yang mengunjungi sejumlah destinasi wisata di lokasi-lokasi tersebut. Risya menjelaskan, hari kedua Idul Fitri memang sering dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata.

Sementara itu, arus lalu lintas di Jakarta masih lancar. Sejumlah titik rawan macet seperti Semanggi, Mampang, Kuningan, dan Pancoran bisa dilalui kendaraan dengan kecepatan 60 km/jam hingga 80 km/jam. ”Lancar tapi nggak bisa dikatakan sepi,” ujar Risya. Selain laporan langsung dari lapangan, kondisi itu terpantau CCTV milik Korlantas Polri.

Sementara itu, pada hari kedua Lebaran kemarin, volume lalu lintas dari barat ke timur kembali meningkat di jalan tol Jakarta-Cikampek. Jasa Marga atas diskresi kepolisian sempat membuka lajur contraflow dari Km 29 sampai Km 47 mulai pukul 11.00 yang kemudian diperpanjang sampai Km 61. Contraflow juga diberlakukan di Km 41 hingga Km 45 jalan tol JORR E karena arus kendaraan meningkat.

Sistem satu arah (one way) juga diberlakukan pada arus balik untuk arah Jakarta. (RAKA DENNY/JAWAPOS)

Pada H+1 Lebaran, kendaraan yang melewati GT Cikampek Utama tercatat meningkat 219 persen (73.830 kendaraan). Dalam kondisi normal, biasanya hanya tercatat 23.153 kendaraan. Kepadatan kebanyakan terjadi menjelang rest area. Misalnya, di Km 33A dan Km 39A jalan tol Jakarta-Cikampek.

Guna menjamin keamanan seluruh petugas yang bekerja selama arus balik, Polri memastikan pengamanan dilakukan dengan maksimal. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sempat menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan buddy system.

”Artinya, anggota yang jaga di jalan, yang tidak bersenjata, ditemani oleh temannya yang bersenjata,” terang dia. Selain Polri, TNI mengawal petugas kepolisian di lapangan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (syn/tau/c5/tom)