alexametrics

8 Instruksi Kementerian PUPR ke BUJT Hadapi Arus Balik

7 Juni 2019, 10:36:57 WIB

JawaPos.com – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi arus balik Lebaran 2019. Diperkirakan arus balik mulai terjadi pada hari ini, Jumat (7/6) dan puncaknya pada Minggu (9/6).

Langkah antisipasi khusus itu diberlakukan untuk jalur Trans-Jawa. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya BUJT harus menambahkan gardu tol dan menyiagakan petugas transaksi cadangan yang menggunakan mobile reader, serta menambah rambu-rambu dan fasilitas di rest area.

“Kami telah mengeluarkan instruksi bagi BUJT untuk ditindaklanjuti,” kata Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Jumat (7/6).

Selain itu, Kementerian PUPR juga memberikan 9 poin instruksi penting lainnya. Pertama, pada 7 sampai 10 Juni 2019 akan diberlakukan One Way mulai dari KM 414 sampai dengan Km 70. Dimulai dari Barrier Gate (BG) Kalikangkung sampai dengan BG Cikatama pada pukul 12.00 s.d 24.00 WIB.

“Dari KM 70 s.d KM 65 atau sesuai dinamika lapangan akan diberlakukan Contra Flow. Pelaksanaannya akan menjadi kewenangan dari Korlantas Polri,” katanya.

Kedua, BUJT diminta untuk lebih mempersiapkan diri mengenai perlengkapan penunjang lalu lintas jalan tol untuk arus balik mudik 2019. Terutama perambuan, rubber cone, guidepost dan petugas layanan jalan tol, dan sudah bisa terpasang/tersedia sebelum 7 Juni 2019.

Ketiga, BUJT juga harus menyiapkan petugas dan layanan jalan tol seperti mobil derek dan ambulans pada setiap rest area. Hal tersebut demi membantu pengguna jalan yang mengalami gangguan kendaraan maupun gangguan fisik seperti sakit atau kecelakaan.

“Selain itu perlu dipasang kanopi pelindung cuaca pada jalur dari/ke mobile toilet yang sudah harus tersedia sebelum tanggal 7 Juni 2019,” tuturnya.

Keempat, pada setiap rest area terdampak kebijakan One Way dan contraflow agar dipasang rambu adanya rest area pada jarak 1 KM dan 500 meter sebelum rest area tersebut. Selain itu juga menempatkan informasi nomor call center di bawah rambu-rambu dan di tempat-tempat strategis yang sudah harus terpasang sebelum tanggal 7 Juni 2019.

Kementerian PUPR juga telah meminta BUJT untuk menutup semua lokasi bukaan (median) agar menghindari kendaraan yang masuk atau pindah jalur existing saat pelaksanaan One Way yang dapat membahayakan jiwa orang lain.

“Instruksi selanjutnya untuk koridor Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, secara khusus di ruas Pejagan – Batang agar ditambahkan fasilitas bengkel Agen Pemegang Merek (APM). Dan, memastikan ketersediaan BBM di rest Area Tipe A,” tuturnya.

Kementerian PUPR juga telah meminta PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku BUJT ruas Cikampek-Palimanan melakukan perkuatan alat transaksi (EDC dan MR) guna mengurai kepadatan dan mempercepat waktu transaksi. Pada puncak arus balik 2018 lalu, jumlah kendaraan yang bertransaksi sebanyak 94 ribu dengan kapasitas gardu plus mobile sekitar 26 unit.

Dari pengalaman tersebut, kapasitas gardu dan mobile reader akan ditambah menjadi 38 unit untuk melayani arus balik tahun 2019 termasuk tambahan jumlah petugas. GT Palimanan yang menjadi gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1 akan menjadi salah satu simpul antrian panjang.

Menyikapi itu, pihak PT LMS akan menambah 10 mesin EDC menjadi 12 EDC dan 10 MR menjadi 18 MR. Di samping itu ada gardu 14 tunggal dan 6 gardu reversible, sehingga total menjadi 38 buah.

“Apabila antrean panjang terjadi, upaya mengurai kepadatan akan mengikuti diskresi yang dilakukan oleh pihak Kepolisian seperti membuka GT Palimanan menjadi tidak berbayar yang sifatnya situasional” jelasnya

Terakhir, Kementerian PUPR meminta BUJT turut melakukan sosialisasi pemberlakuan kebijakan tersebut, dengan Korlantas Polri sebagai pemilik kewenangan diskresi manajemen lalulintas dan koordinator pelaksaanaan di lapangan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads