alexametrics

Hindari Tarif Mahal dari Calo, Beli Tiket Bus Mudik Lewat Aplikasi

7 Mei 2018, 21:00:01 WIB

JawaPos.com – Selama ini setiap musim mudik lebaran tarif tiket kerap mengalami kenaikan. Hal itu bisa dipicu ada aturan pemerintah, juga atas permainan para calo. Tiket diborong oleh calo lalu dijual lebih mahal.

Tahun ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyarankan masyarakat untuk membeli tiket bus lewat aplikasi atau e-ticketing. Selain harganya tidak melambung, cara pembelian itu untuk menghindari antrean panjang di terminal. Serta harga mahal yang dijual calo. E-ticket bus bisa diperoleh penumpang melalui aplikasi Bosbis dan Traveloka.

“Tiket bisa beli lewat Traveloka maupun Bosbis. Jadi, tidak perlu pakai calo,” kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi. Ke depan, aplikasi e-ticketing itu dikerjasamakan juga dengan toko ritel modern.

arus mudik, tiket mudik, bus mudik, harga tiket,
Bus AKAP mulai disiapkan untuk arus mudik Lebaran 2018 (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Sayang, pembelian tiket bus melalui Bosbis dan Traveloka tidak bisa dilakukan jauh-jauh hari. Misalnya, untuk Traveloka, tiket dijual sebulan sebelum keberangkatan. Ketika berangkat Juni, penumpang harus membeli tiket pada bulan yang sama Bosbis tidak jauh beda.

Untuk memesan tiket bus melalui Bosbis, caranya mirip dengan membeli tiket kereta dan pesawat melalui aplikasi. Input jadwal keberangkatan, titik berangkat dan kota tujuan, nama penumpang, serta nomor kursi yang diinginkan. Kemudian, bayar melalui ATM atau e-banking.

Dengan aplikasi itu, penumpang tinggal membawa kode booking dan kartu identitas untuk naik bus di terminal atau titik keberangkatan yang ditentukan. Dengan demikian, ketika sudah sampai terminal, penumpang pasti mendapat kursi. Keberangkatan pun bisa dijadwalkan.

Budi membenarkan bahwa belum semua jurusan dan semua bus tersedia. Masih terbatas pada daerah-daerah tertentu. Namun, pihaknya tengah mendorong pihak-pihak terkait untuk memanfaatkan e-ticketing.

Dengan sistem baru itu, akan terlihat jumlah armada, jatah kursi yang tersisa, harga tiket, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan layanan bus. Dengan demikian, jika ada perubahan, hal itu bisa cepat diperbarui. Misalnya, soal jumlah penumpang dan kursi.

Ke depan, setiap terminal yang dikelola pusat, menurut Budi, diberi alat penjualan tiket. “Pembeli bisa membeli di mesin tersebut,” ujarnya. Dia menargetkan pengadaan alat itu tidak lebih dari setahun setelah e-ticket di-launching.

Musim Lebaran kali ini menjadi uji coba e-ticketing menghadapi permintaan yang begitu banyak. Salah satu kendala yang wajib diantisipasi adalah server down sehingga bisa menyulitkan masyarakat mendapatkan tiket. Hal serupa terjadi saat PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka jadwal tiket kereta tambahan 16 April lalu. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lyn/c5/ang)



Close Ads
Hindari Tarif Mahal dari Calo, Beli Tiket Bus Mudik Lewat Aplikasi