alexametrics

ASWGI Minta MA Tolak Uji Materi Permendikbudristek PPKS

7 April 2022, 21:05:55 WIB

JawaPos.com – Desakan kepada Mahkamah Agung (MA) menolak uji materi yang diajukan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) terkait Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKS). Kali ini, dilakukan Asosiasi Pusat Studi Gender dan Anak se-Indonesia (ASWGI).

Ketua ASWGI, Emy Susanti mengatakan, uji materi dinilai akan melemahkan Permendikbudristek PPKS dalam melindungi sivitas akademika dari kekerasan seksual. Mulai dari dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik.

“Kami mengharapkan Mahkamah Agung tidak mengabulkan uji materiil karena Permendikbudristek 30/2021 sangat krusial. Paradigma Permendikbudristek PPKS ini mendorong terjadinya transformasi perguruan tinggi ke arah penguatan ekosistem untuk mencapai Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual,” kata Emy melalui siaran virtual, Kamis (7/4).

Uji materi yang diajukan LKAAM ke MA terkait dengan Pasal 5 Ayat 2 huruf b, f, g, j, l, dan m. Pasal ini digugat terkait dengan frasa ‘persetujuan korban’. Menurut Emy frasa tersebut merujuk pada tindakan yang mempunyai unsur paksaan atau manipulasi pada korban.

Artinya, korban sebenarnya tidak menghendaki perbuatan tersebut. Namun, perbuatan itu dapat dikategorikan ke dalam kasus kekerasan seksual. Penekanan frasa ini juga untuk mengedukasi dan menguatkan korban agar tidak takut mengungkapkan kekerasan seksual yang menimpa dirinya.

“Permendibudristek PPKS merupakan jawaban komprehensif yang menunjukkan kehadiran pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual telah melalui proses mendengarkan serta memperhitungkan suara akademisi,” tegas Emy.

Menurut Emy, Permendikbudristek PPKS menjadi jawaban komprehensif untuk permasalahan kekerasan seksual di perguruan tinggi karena menggunakan paradigma kritis yang berorientasi pada pencegahan keberulangan, penanganan, serta pemulihan dengan berbasis pemenuhan-pemenuhan hak korban.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads