alexametrics

Permintaan BMKG Terkabul, Kini Bisa Akses Data soal Gunung Api

7 Januari 2019, 16:47:43 WIB

JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kini bisa mengakses data terkait kegunungapian yang dimiliki Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Koordinasi keduanya telah berjalan sejak 27 Desember 2018 lalu.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan, pihaknya sudah membuka data tersebut kepada BMKG. Dia mengaku, koordinasi keduanya baru dilakukan lantaran kejadian tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu.

“Sudah jalan kok semuanya. Sebenarnya kan masih kolega kita juga. Saya sering juga ke Kemayoran (kantor BMKG). Informasi ya (dulu) memang nggak intens, belum nyambung sistemnya. Sekarang kan kita sambung,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (7/1).

Menurutnya, sebagai kolega lembaga pemerintah mereka harus saling terintegrasi, khususnya dalam pertukaran informasi bencana alam. “Sekarang BMKG bisa mengakses. Karena kan dikumpulin seperti ini jadi semua harus sama-sama (terinformasi),” papar Rudy.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, pihaknya ingin bisa turut mengakses atau mendapatkan data terkait potensi tsunami akibat erupsi gunung api. Khususnya, yang terjadi di bawah laut seperti Gunung Anak Krakatau.

“Kami BMKG memerlukan informasi dari data tersebut. Ini kami sudah berkoordinasi (agar PVMBG) menyiapkan untuk akses data bersama,” katanya saat menggelar konferensi pers di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Senin (24/12).

Dia mengatakan, sistem informasi antara BMKG dengan PVMBG yang juga berada di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM yang sudah terintegrasi saat ini hanya terkait dengan air bawah tanah.

“Jadi sistem informasi antara BMKG dengan Badan Geologi yang sudah tergabung saat ini terkait dengan air bawah tanah. Yang untuk kegunungapian belum masuk. Sehingga kami akan segera mengintegrasikan,” tutur Dwi.

Menurutnya, dengan adanya kerja sama dan keterbukaan data akan mempercepat penanggulangan bencana. Dengan demikian, informasi peringatan dini tsunami juga bisa dibagikan kepada masyarakat.

“Kami sifatnya mem-backup. Karena tentang gunung api baik tsunami akibat gunung api itu ada di sana (PVMBG). Tapi kalau kami bisa mem-backup kan bisa saling mempercepat, karena untuk bencana itu yang terpenting adalah kecepatan,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Yesika Dinta



Close Ads
Permintaan BMKG Terkabul, Kini Bisa Akses Data soal Gunung Api