alexametrics

Pesan Terakhir Ciputra: Lakukan Yang Terbaik untuk Indonesia

Disampaikan kepada Susy Susanti
6 Desember 2019, 12:37:58 WIB

JawaPos.com – Ir Ciputra dimakamkan di Memorial Park, Citra Indah, Jonggol, kemarin (5/12). Ratusan orang berpakaian serbaputih mengiringi kepergian sang begawan properti itu menuju rumah peristirahatan yang terakhir.

Tiupan trompet mengiringi peti jenazah Ciputra keluar dari ambulans. Delapan pria berpakaian serbaputih memanggul peti tersebut.

Di depan ada Candra Ciputra dan Cakra Ciputra. Masing-masing membawa foto dan karangan bunga berbentuk salib. Di belakang peti, istri Ciputra, Dian Sumeler, beserta anak dan cucunya mengikuti. Tabuhan drum mengiringi perjalanan rombongan tersebut. Direksi dan general manager Ciputra Group menaburkan bunga di sepanjang jalan menuju liang lahad.

Sebanyak 50 bunga mawar merah diletakkan keluarga Ciputra di atas pusara yang ditaburi kelopak mawar putih. Marmer putih berbentuk salib bertengger sebagai tetenger bahwa di dalamnya ada jasad yang mereka sayangi. Tangis duka terlihat dari mereka yang datang. Tanda bahwa sejuta kenangan ditorehkan kepada yang sudah berpulang, Ciputra. ”Debu menjadi tanah seperti semula. Dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya,” tutur Pendeta Ivan Tanujaya yang memimpin pemakaman.

Putra Ciputra, Candra Ciputra, berterima kasih kepada para tamu yang hadir. Dia mengakui bahwa kemarin merupakan hari berat bagi keluarganya. Sebab, mereka harus berpisah dengan yang tercinta untuk selamanya. ”Kedatangan tamu hari ini dan kemarin-kemarin merupakan support bagi kami,” ungkap dia di akhir acara pemakaman. Candra juga memohon maaf atas kesalahan papinya semasa hidup.

Selanjutnya, dia juga menyatakan bahwa bisnis keluarganya akan terus tumbuh meski ditinggal oleh penerima 80 penghargaan dari dalam dan luar negeri itu. Hal tersebut sesuai dengan pesan Ciputra. ”Sepuluh tahun terakhir Pak Ci (sapaan Ciputra, Red) sudah mengurangi kiprahnya di bisnis. Ini sudah disiapkan,” tuturnya.

Dalam pemakaman itu, kolega dan sahabat dekat datang. Legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti pun menghadiri acara tersebut. Kenangan Susy kepada Ciputra begitu banyak. Terutama bagi perkembangan karirnya. Pada usia 14 tahun, Susy pindah ke Jakarta dan bergabung dengan klub bulu tangkis Jaya Raya. Dari sana perkenalan dua orang legenda itu dimulai. Bahkan, saat Jaya Raya berada di titik terbawah dan ditinggalkan atlet-atletnya, Ciputra berjanji kepada Susy akan membangun klub tersebut jika dia bertahan. ”Kalau saya selesai bertanding, pasti telepon,” ungkapnya. Komunikasi terakhir dengan Ciputra dilakukan Susy tiga bulan lalu. Dia selalu ingat petuah Om Ciputra, sapaan Susi untuk pria kelahiran 27 Agustus 1931 itu. ”Berbuat terbaik untuk Indonesia,” kenang Susy.

Ciputra memang telah pergi. Namun, dia tak pernah hilang dari Indonesia. Lewat perumahan-perumahan yang dibangun, pusat perbelanjaan modern, ratusan perusahaan, pusat perkantoran, dan atlet-atlet bulu tangkis, Indonesia akan terus mengenang Ciputra.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c10/oni


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads