alexametrics

Tito Ungkap Cerita Idham Azis Tak Mau Dicalonkan Sebagai Kapolri

6 November 2019, 15:01:04 WIB

JawaPos.com – Proses serah terima jabatan Kapolri dari Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian kepada Jenderal Pol Idham Azis telah dilakukan, Rabu (6/11). Setelah resmi menyerahkan tampuk kepemimpinan Polri, Tito sempat membuka rahasia proses terpilihnya Idham sebagai suksesornya.

Tito mengatakan dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), satu minggu sebelum pengumuman kabinet pada 23 Oktober, Jokowi menyampaikan tidak ada rencana mengganti Kapolri. Namun, dua hari sebelum pengumuman kabinet, Tito mengungkapkan kembali dipanggil Jokowi dan ditugaskan sebagai Mendagri.

“Saya sampaikan, kalau begitu saya harus mundur kalau menduduki jabatan sipil. Bukan saja sebagai Kapolri tapi juga sebagai anggota Polri,” kata Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (6/11).

Tito kemudian menyatakan kesiapannya atas penugasan baru tersebut. Proses pensiun dini dari kepolisian langsung diurus Tito dengan mengajukan surat pengunduran diri ke Ketua DPR RI. Dalam waktu satu hari, Tito sudah menyandang status purnawirawan.

Setelah melepas jabatan Kapolri, Tito tidak merekomendasikan nama sebagai suksesornya. Termasuk Idham Azis tak pernah disebutnya. Namun, tak lama dari itu, Tito mengaku dihubungi Idham bahwa dipanggil oleh Presiden Jokowi.

Tito kemudian meminta Idham agar memenuhi panggilan tersebut. Setelah Idham menemui Jokowi, Tito baru mengetahui jika rekannya tersebut yang dipilih untuk menjadi suksesornya.

“Datang lagi Pak Idham bilang ‘saya izin melaporkan, saya ditunjuk (sebagai Kapolri), Pak’. Ya, sudah saya bilang Bismillah, dengan segala konsekuensi yang nggak gampang, jadi ya jalani saja. Ini sudah Tuhan yang atur, garis tanganmu ini. Laksanakan saja, apa yang bisa saya bantu ya saya bantu,” jelas Tito.

Terpilihanya Idham sendiri memang sedikit mengejutkan Tito. Sebab, dirinya tak pernah mengajukan nama Idham sebagai penerusnya. Terlebih Idham sendiri memang sejak awal menyatakan tak ingin menjadi Kapolri.

“Saya ucapkan selamat Pak Idham. Pak Idham menyampaikan ke saya ‘jangan calonkan saya’. Tapi saya bilang saya tidak pernah sebutkan nama Pak Idham karena yang bersangkutan tidak mau,” pungkas Tito.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menggelar prosesi serah terima Panji Tribrata dari Kapolri sebelumnya Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian. Acara tersebut sekaligus sebagai penanda beralihnya estafet kepemimpinan Polri. Acara dilangsungkan di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (6/11).

Dalam sambutannya, Idham merasa bersyukur telah diberi amanah menjadi penerus tongkat estafet pimpinan Polri. Dia memastikan akan bekerja dengan sungguh-sungguh hingga akhir masa tugasnya di Korps Bhayangkara.

“Amanah ini meupakan tanggung jawab dan saya akan wakafkan diri saya selama 14 bulan kedepan untuk memberikan pengabdian terbaik kepada institusi Polri,” kata Idham.

Mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan, akan meneruskan seluruh program yang dicanangkan oleh para pendahulunya. Seperti meningkatkan soliditas TNI-Polri sebagai pilar NKRI. Oleh karena itu, dia meminta doa restu dan dukungan dari seluruh anggota Polri maupun mitra kerja Polri.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads