alexametrics

Tangani Virus PMK, Muhadjir Minta Mahasiswa KKN Dilibatkan

6 Juli 2022, 10:34:31 WIB

JawaPos.com – Jelang Idul Adha 1443 Hijriah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak masih menjadi ancaman. Hal itu membuat peternak skala kecil ataupun besar mengalami kerugian.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menangani PMK, di antaranya dengan memberikan vaksin untuk hewan ternak guna mencegah terjangkitnya virus serta mengobati hewan terjangkit.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta peran aktif kelompok akademisi untuk membantu penanganan virus PMK di daerah-daerah yang terjangkit. Salah satunya adalah Provinsi Jawa Timur.

“Saya imbau terutama untuk perguruan tinggi yang punya fakultas kedokteran hewan dan peternakan untuk segera mengerahkan dosen mahasiswanya untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah PMK ini,” ujar Muhadjir, Selasa (6/7).

Muhadjir mengungkapkan, dirinya telah meminta langsung kepada Kemendikburistek agar program pengabdian bisa dialokasikan untuk membantu masyarakat khususnya dalam penanganan wabah PMK.

“Saya sudah meminta kepada Dirjen Ristekdikti Prof. Nizam untuk mengalokasikan anggaran kampus merdeka untuk mereka yang akan melakukan pengabdian masyarakat langsung untuk disupport dari dana yang tersedia yaitu kampus merdeka,” jelasnya.

Menurut Muhadjir, dengan mencegah penyakit PMK maka akan mencegah juga kemiskinan baru di tengah masyarakat. Karenanya, pemerintah terus berupaya untuk meminimalisasi kematian hewan ternak akibat wabah PMK.

“Seperti kita ketahui di sini kan termasuk peternak kecil. Hanya 2-3 sapi. Kalau mati setengah kiamat itu. Kalau sapi jantan yang diharapkan bisa dijual menjelang idul adha. Angannya untung besar bisa Rp 30 juta per ekor ternyata mati. Nah ini akan mendorong terjadinya angka kemiskinan terutama peternak kecil,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: