alexametrics

Soal Pengakuan ACT, Berapa Sebenarnya Hak Pengelola atas Dana Umat?

6 Juli 2022, 14:42:01 WIB

JawaPos.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) termasuk lembaga atau organisasi penghimpun dana dari masyarakat yang secara terbuka telah mengakui mengalokasikan sekitar 13,7 persen untuk biaya operasional dari total dana yang berhasil dihimpun. Hal itu diungkapkan Presiden ACT Ibnu Khajar dalam jumpa pers yang digelar pada Senin (4/7). Menurutnya, biaya operasional tersebut digunakan untuk menggaji karyawan atau pegawainya. Alokasi 13,7 persen tersebut telah berjalan sejak 2017 sampai 2021.

Menanggapi hal tersebut, dosen pasca sarjana PTIQ Saifuddin Zuhri menyatakan, memang tak ada penjelasan terperinci dari Alquran ataupun hadist terkait hak yang seharusnya didapatkan pengelola dana umat. Namun, berkaca dari zakat, maka seorang amil diperbolehkan mendapatkan bagian sebab masuk dalam kategori 8 golongan yang berhak menerima zakat.

Dia menyatakan, ulama membuat semacam rumusan berapa persen jatah yang didapatkan amil zakat. Perhitungannya adalah dengan membagi 100 ke dalam 8 golongan penerima zakat. Maka, di sana kemudian muncul angka sekitar 12,5 persen.

“Para fuqaha melihat dari penyebutan 8 golongan yang berhak, kemudian dibagi 8. Maka kurang lebih ketemu 12,5 persen. Tidak ada penyebutan khusus ya untuk amil, tapi itu kebutuhan standar dari pengelolaan zakat. Demikian juga dengan lembaga-lembaga lain,” kata Saifuddin Zuhri kepada JawaPos.com, Rabu (6/7).

Sekalipun ada jatah pengelola dana umat, dia tidak setuju jika dana itu kemudian digunakan secara ugal-ugalan dengan memberikan fasilitas mewah dan gaji bernilai fantastis. Apalagi jika lembaga itu adalah lembaga sosial kemanusiaan yang seharusnya lebih berorientasi membantu masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Abdul Rahman

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua