alexametrics

KKP Akselerasi Kampung Budidaya Kepiting

6 Juli 2022, 11:38:23 WIB

JawaPos.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mengakselerasi program pembangunan kampung perikanan budidaya di berbagai daerah. Dengan pengembangan yang berbasis pada komoditas kearifan lokal, kampung budidaya terus digenjot, tak terkecuali di kampung kepiting yang berlokasi di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

Dipilihnya Desa Mojo sebagai kampung kepiting karena desa tersebut telah memiliki embrio untuk pengembangan komoditas kepiting, seperti adanya potensi benih dan hutan mangrove yang telah terbentuk. Kepiting bakau (Scylla spp.) mulanya hanya dianggap hama oleh petani tambak, kini si hewan kanibal itu bernilai ekonomi tinggi dan harga jualnya terus melejit.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pemalang, Muntohir saat peresmian kampung budidaya kepiting Maret lalu menyatakan, bahwa kepiting merupakan komoditas unggulan dari Pemalang yang dulu sempat jaya sebelum berkembangnya komoditas lain. Tidak hanya memenuhi pasar lokal, Muntohir menambahkan kepiting Pemalang juga ditargetkan bisa memenuhi pasar ekspor.

Lebih lanjut, untuk menjamin keberhasilan program kampung budidaya peran serta penyuluh sangat dibutuhkan untuk mendampingi proses budidaya. Seperti diakui Parjo, penyuluh perikanan untuk wilayah Ulujami Kab. Pemalang menjelaskan akan tantangan yang harus diperhatikan setiap pembudidaya kepiting, salah satu terkait benih yang masih mengandalkan dari alam.

“Sementara benih kepiting kan masih didapatkan dari alam. Nah benih kepiting juga biasanya banyak di musim hujan, sedangkan di musim kemarau jumlahnya kurang. Siklus ini yang harus diperhatikan oleh setiap pembudidaya agar usahanya tetap stabil,” ujar Suparjo.

Hasil budidaya Kepiting di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. (LPMUKP for JawaPos.com)

Tak hanya itu, Suparjo menambahkan bahwa faktor kesehatan benih kepiting merupakan hal yang sangat penting. Mengingat angka kematian (mortalitas) dari hewan ini yang cukup tinggi, sehingga ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih dan mengelola benih.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM

Saksikan video menarik berikut ini: