alexametrics

Dirut BPJS Beri Sinyal Tak Akan Ada Kenaikan Iuran Hingga 2024

6 Juli 2022, 11:29:40 WIB

JawaPos.com – Program kelas rawat inap standar (KRIS) akan diberlakukan mulai Juli 2022. Program ini rencananya akan menghapuskan layanan kelas 1, 2, dan 3 dari BPJS Kesehatan menjadi satu. Saat ini, program KRIS telah diujicobakan di 5 rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan.

Terkait program itu, BPJS Kesehatan memberi sinyal tak akan ada kenaikan iuran. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti berharap tidak ada kenaikan iuran BPJS Kesehatan setelah penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) diberlakukan total pada 2024. Ia juga meminta masyarakat tak percaya kabar simpang siur di media sosial.

“Kami berharap bahwa sampai tahun 2024 tidak ada kenaikan iuran. Karena kalau kenaikan iuran kan ada beredar di medsos itu katakanlah ada yang nulis Rp 50 ribu, Rp 75 ribu,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Ia menjelaskan saat ini saja pemerintah begitu besar menanggung subsidi kelas 3. Sehingga jika besaran iuran dinaikkan maka semakin membengkak.

“Sekarang saja, kelas 3 membayar sekitar Rp 35 ribu, harusnya Rp 42 ribu, Rp 7 ribu itu disubsidi. Itu saja yang nunggak ada beberapa. Hitungannya jutaan orang. Bayangkan kalau dua kali lipat, akan menunggak lebih banyak kan,” jelasnya.

Maka dari itu, kata Ali, penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan dalam rangka perubahan layanan perawatan dari tiga klas, dilebur menjadi kelas rawat inap standar harus komprehensif. Saat ini menurutnya isu ini masih dalam perumusan dan tahap uji coba untuk melihat kesiapan rumah sakit dan pasien.

“Banyak hal lagi yang harus diperhitungkan lebih seksama, lebih komprehensif. Sehingga tentu mengharus lebih hati-hati, lebih komprehensif,” ujarnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: