alexametrics

Suhu 44 Derajat Celsius Sambut CJH di Madinah Siang Ini

6 Juli 2019, 09:42:12 WIB

JawaPos.com – Jika tidak ada halangan, CJH Indonesia mulai mendarat di Madinah siang ini pukul 10.00 waktu setempat (14.00 WIB). Seluruh CJH diimbau mempersiapkan diri. Sebab, suhu rata-rata di Madinah mencapai 44 derajat Celsius.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah dr Edi Supriyatna menuturkan, selain suhu yang panas, kelembapan udara di Madinah rendah. Jamaah harus me­lakukan antisipasi supaya tidak mengalami dehidrasi yang dapat mengganggu ibadah.

Dia menganjurkan para jamaah rutin minum air putih dengan takaran sekitar 100 ml atau satu gelas belimbing setiap jam. “Jangan takut dengan sering kon­sumsi air, tidak akan membuat sering kencing,” katanya kemarin (5/7). Sebab, ada energi yang keluar melalui penguapan atau keringat.

Untuk menyambut kedatangan jamaah, rombongan petugas haji daker Madinah dan bandara sudah tiba di Makkah. Penerbangan 445 petugas haji itu terbagi dalam dua flight. Gelombang pertama mendarat di Jeddah pada Kamis (4/7) pukul 17.00 waktu setempat.

Mereka langsung melaksanakan umrah wajib dan baru selesai sekitar pukul 02.30 waktu Arab Saudi (WAS). Kemarin pagi (5/7) petugas haji mulai diberangkatkan menuju Madinah. Setelah itu, mereka bersiap menyambut kedatangan jamaah haji di Bandara Madinah. Seperti biasa, akan digelar proses penyambutan kedatangan perdana jamaah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menyatakan, maskapainya siap melayani angkutan jamaah haji. Dia optimistis penerbangan haji kali ini akan berjalan baik. Untuk memastikan operasional penerbangan haji berjalan lancar, Garuda Indonesia Group telah melakukan berbagai persiapan. “Garuda Indonesia Group bersama jajaran terkait berupaya terus meningkatkan aspek keselamatan, on time performance (OTP), dan service excellence,” ucap Ari.

Dalam musim haji kali ini, Garuda mengerahkan 14 pesawat jenis Boeing 777, Airbus 330, dan Boeing 744. “Garuda Indonesia akan menerbangkan 111.071 jamaah yang tergabung dalam 284 kloter dari sembilan embarkasi,” beber Ari.

Atur Pemondokan Sesuai Zonasi

Sementara itu, tahun ini Kemenag menerapkan beberapa aturan baru dalam pelaksanaan ibadah haji. Antara lain, soal penomoran tenda di Arafah hingga sistem zonasi pemondokan yang berdasar daerah asal.

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin saat berada di kantor KPK beberapa waktu lalu. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, jamaah dari satu embarkasi akan berada dalam satu kompleks penginapan. Tahun lalu jamaah haji masih terpencar. Menurut Lukman, sistem tersebut akan memudahkan koordinasi antarwilayah sehingga lebih efisien dan tidak semrawut. Tahun lalu banyak jamaah yang hendak bertemu dengan sanak famili atau kerabat. Namun, karena beda lokasi, hal itu sulit dilakukan. Jaraknya pun terkadang terpaut jauh. “Koordinasi dengan petugas di sana juga tidak mudah karena wilayah yang luas dan tersebar,” ujar Lukman setelah menyambut CJH kloter pertama di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes) kemarin (5/7).

Untuk menjamin kenyamanan jamaah dan menghindari heatstroke, Kemenag memastikan seluruh tenda di Arafah sudah dilengkapi pendingin ruangan. “Tahun lalu hanya kipas angin,” ungkap Lukman.

Soal kondisi yang berdesakan di Mina, Lukman mengatakan bahwa hal tersebut sulit dihindari. Sebab, jatah tenda untuk Indonesia terbatas. “Karena itu, yang tinggal di hotel sekitar Jamarat akan diupayakan untuk tidak perlu menempati tenda. Mereka bisa lebih nyaman tinggal di hotel,” ucapnya.

Kekhawatiran jamaah haji antre berjam-jam untuk proses imigrasi di bandara Arab Saudi juga ditepis Lukman. Penerapan visa online dan biometrik di Indonesia meminimalisasi waktu tunggu yang biasanya memakan waktu lebih dari enam jam. Saat tiba di Tanah Suci, jamaah hanya perlu melalui proses verifikasi dengan scan salah satu sidik jari. “Jamaah cukup fokus pada ibadahnya. Mereka hanya perlu mengantisipasi cuaca panas di sana. Jaga kesehatan karena itu modal utama selama pelaksanaan ibadah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman meninjau sejumlah fasilitas di Ahes. Termasuk dua gedung baru yang bakal menampung CJH mulai pekan depan. Gedung bernama Shofa dan Zam Zam itu mampu menampung total 1.776 orang. “Kami upayakan terus menambah gedung baru. Tahun depan giliran pembangunan aula baru,” ucap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar.

Acara penyambutan CJH juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Khofifah berharap para CJH bisa menjadi duta bagi Indonesia. “Sampaikan bagaimana kehidupan umat Islam dan antarumat beragama bisa berjalan dengan baik di sini,” ujarnya. Sementara itu, kloter 1 embarkasi Surabaya asal Magetan terbang ke Tanah Suci pukul 03.00 dini hari tadi. Keberangkatan jamaah tersebut dilepas jajaran Komisi VIII DPR.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wan/lyn/gal/c17/c20/oni)


Close Ads