alexametrics

Masuki Era New Normal, Protokol Kesehatan Masa Transisi Wajib Dipatuhi

6 Juni 2020, 20:53:36 WIB

JawaPos.com – Masa transisi menuju era new normal di Jakarta butuh transparansi data penyebaran Covid-19 dan kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa protokol kesehatan tetap harus dipatuhi agar penyebaran Covid-19 di era baru nanti tidak kian mengganas.

“Ketika pembatasan mulai dilonggarkan pada masa transisi, pergerakan orang pasti meningkat. Pada kondisi ini perlu kedisiplinan masyarakat yang tinggi untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah potensi penyebaran Covid-19 dari satu wilayah ke wilayah lain,” kata Lestari, Jumat (5/6).

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (4/6) memperpanjang pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi menuju kenormalan baru. Operasional sejumlah fasilitas publik seperti tempat ibadah, transportasi umum mulai diaktifkan kembali pada Jumat (5/6).

“Pergerakan orang di ruang publik diperkirakan akan meningkat, meski kebijakan PSBB di Jakarta tetap diberlakukan,” ujar Lestari.

Edukasi dan sosialisasi yang masif, menurut Lestari, menjadi salah satu cara agar masyarakat peduli untuk melaksanakan protokol kesehatan di masa transisi menjelang pelaksanaan kenormalan baru. Rajin mencuci tangan, memakai masker di area publik dan menjaga jarak, tambahnya, harus menjadi kepedulian bersama.

“Saya berharap proses pendisiplinan masyarakat yang dilakukan aparat keamanan menggunakan pendekatan humanis. Bila ada sanksi tujuannya mendidik,” ujar Rerie.

Lestari memperkirakan, di awal masa transisi akan terjadi euforia masyarakat untuk beraktivitas di ruang publik setelah dua bulan lebih tinggal di rumah. “Kondisi ini harus diantisipasi petugas di lapangan yang bertugas mengawasi ketertiban di masa transisi,” katanya.

Transparansi data dari pemerintah daerah terkait zona merah yang masih ada di beberapa wilayah di DKI Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi, sangat diperlukan sehingga kewaspadaan masyarakat terus terjaga.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat, menurut Rerie, wajib diberlakukan di sejumlah moda transportasi publik seperti MRT, commuter line, bus dan angkutan kota lainnya. Strategi teknis untuk menerapkan jaga jarak antar orang di area publik yang rawan kerumunan, seperti di stasiun kereta, MRT dan halte bus, harus dijalankan dengan ketat.

“Untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan, sebisa mungkin dilakukan simulasi terlebih dahulu untuk menerapkan strategi jaga jarak di area publik, sebelum diaplikasikan pada kondisi sebenarnya,” ujarnya.

Menurut Rerie, kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan dan menjaga jarak di area publik tidak bisa ditawar lagi di masa transisi ini. “Jangan sampai kelalaian kita malah memicu munculnya penyebaran virus klaster masjid A, klaster gereja B, klaster stasiun A atau klaster halte B,” ujarnya.

Editor : Banu Adikara



Close Ads