alexametrics

DPR Usul Sektor yang Terapkan Protokol Kesehatan Diberikan Penghargaan

6 Juni 2020, 16:16:09 WIB

JawaPos.com – Pemerintah berencana segera menerapkan new normal atau kenormalan baru di masa pandemi Covid-19. Langkah tersebut diambil agar kehidupan tetap berjalan selama vaksin belum ditemukan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nabil Haroen, mengatakan adanya new normal tersebut jangan sampai dianggap simpel oleh pemerintah. Dia mengkritisi pada saat mudik beberapa waktu lalu yang di beberapa titik tidak ada penjagaan ketat di cek poin.

“Seperti di cek poin di DKI Jakarta, cek poin KM 31. Tidak ada screening yang ketat. Orang lewat saja. Itu siang hari. Kalau malam hari enggak ada yang memeriksa,” ujar Nabil dalam diskusi yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Sabtu (6/6).

Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperketat semua sektor jika semuanya telah dibuka saat new normal diterapkan. Dia memberi usulan sektor-sektor yang menerapkan protokol kesehatan ketat diberikan penghargaan. Sebaliknya, sektor yang tak melaksanakan protokol kesehatan diberi sanksi.

“Kemudian pasar-pasar yang melaksanakan sesuai protokol Covid-19 diberikan reward. Kemudian yang tidak taat dikasih punishment. Juga di sektor lain‎ yakni perhotelan, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah,” sebutnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut menambahkan, jika tidak ada kontrol kesehatan yang ketat, akan sulit pemerintah menerapkan new normal. Karena tidak mungkin menerapkan new normal saat masyarakatnya abai terhadap protokol kesehatan. Sehingga penularan virus Korona tidak akan bisa dihentikan.

“Kalau orang santai saja agak sulit untuk bisa berharap lebih,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mulai mempersiapkan berbagai hal menuju fase new normal. Masyarakat diminta bersiap menjalaninya. Jokowi menyebut akan mengerahkan puluhan ribu aparat TNI dan Polri. Mereka akan menjaga tempat umum dan pusat keramaian untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads