alexametrics

Dosen Ini Berani Masuk ke Zona Merah Demi Pengabdiannya ke Masyarakat

6 Juni 2020, 17:17:29 WIB

JawaPos.com — Muhamad Hidayat, dosen London School of Public Relation Jakarta rela keluar masuk sejumlah wilayah yang merupakan zona merah Covid-19 demi mengabdikan diri kepada kemanusiaan. Dia pun tidak gentar menantang maut dan bergabung dalam relawan Squad Indonesia.

Dalam acara dialog akhir pekan mengusung tajuk Weekend Warm Up yang Aman COVID-19, Hidayat mengatakan bahwa dirinya bersama sejumlah sahabat membentuk tim relawan. Ketika pada 14 Maret 2020, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta semua pihak terlibat dalam upaya penanggulangan Covid-19.

“Semenjak 14 Maret waktu Pak Doni Monardo menyampaikan semua lapisan masyarakat turut bergabung ke lapangan mengatasi covid-19. Pada saat itu kita sama teman-teman relawan Squad Indonesia,” ceritanya.

Bersama sejumlah relawan lainnya, Hidayat melakukan disinfektan terhadap sejumlah fasilitas umum dan membagi-bagikan APD (alat pelindung diri) ke berbagai rumah sakit. Dia bersama tim juga turun langsung ke lapangan melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan ke pasar-pasar hingga ke daerah-daerah yang masuk zona merah.

“Kalau Gugus Tugas sosialisasinya lewat media kita terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan protokol kesehaan,” paparnya.

Tidak dipungkiri ada sedikit ketakutan dalam batinnya harus keluar masuk ke daerah-daerah zona merah Covid-19. Namun dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang benar, dia optimis kondisi kesehatannya akan aman-aman saja. Dan terbukti hingga sekarang Hidayat dalam keadaan sehat. Beberapa kali melakukan rapid test dan swab, hasilnya pun menunjukkan negatif.

“Yang harus kita sama-sama sepakati, semua bisa tertular. Sehingga kita harus menjaga diri dengan mengikuti protokol kesehatan. Pas pulang ke rumah, di depan rumah ada semprotan disifnfektan untuk semprot pakaian yang habis digunakan masuk ke zona merah. Setelah disemprot disinfektan, terus langsung mandi ganti pakaian,” paparnya.

Selama ini Hidayat selalu membawa tas yang disebutnya sebagai tas siaga. Di dalam tasnya tersebut berisi sejumlah alat perlindungan diri yang biasa selalu digunakannya. Seperti hand sanitizer, tisu basah, masker, vitamin dan plastik. Dia selalu membawa plastik karena biasa dia jadikan sebagai pembungkus masker ketika sudah selesai digunakan.

“Saya selalu pakai masker kain. Kalau sudah 4 jam dipakai masker itu saya masukin ke plastik dan saya gunakan masker cadangan. Karena saya selalu bawa masker cadangan,”ungkapnya.

Muhammad Hidayat juga termasuk orang yang berada di balik layar gelaran acara musik yang digelar di Wisma Atlet dan melibatkan sejumlah musisi seperti Rian D’masiv, Jerinx SID dan yang lainnya, beberapa waktu lalu. Tujuan dari diadakannya cara musik tersebut guna menghibur para tenaga medis yang selama ini sudah berjuang mempertaruhkan nyawa demi membantu pasien Covid-19.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads