alexametrics

Buka Masjid untuk Salat Jumat, Wajib Pakai Masker dan Renggangkan Saf

6 Juni 2020, 12:04:28 WIB

JawaPos.com – Perlahan namun pasti, tatanan normal baru (new normal) mulai diterapkan. Salah satunya dalam hal ibadah. Tidak sedikit masjid yang memulai salat Jumat dengan protokol kesehatan kemarin. Baik di instansi pemerintahan, swasta, maupun di sejumlah masjid publik.

Kemarin (5/6) Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Jumat perdana di Masjid Baiturrahim di samping barat Istana Merdeka. Masjid berkapasitas 750 orang itu hanya boleh diisi maksimal 150 orang. Posisi jamaah diatur berjarak lebih dari 1 meter. Kurang lebih setara dua orang berdiri berjajar.

Selain itu, bila biasanya masjid tersebut menggunakan pendingin udara, kali ini pendingin dimatikan. Semua pintu dan jendela masjid dibuka. Tujuannya, sirkulasi udara lebih lancar. Karena jumlah jamaah jauh berkurang, lokasi salat Jumat disebar.

Jakarta Islamic Center (JIC) sebagai salah satu masjid besar di Jakarta pun mengadakan salat Jumat. Kepala Subdivisi Dakwah JIC Ma’arif Fuadi menyampaikan bahwa khusus kemarin baru pegawai di kompleks JIC yang boleh ikut serta salat Jumat di JIC. ”Untuk tahap pertama hanya untuk internal jamaah masjid JIC dan para pegawai kantor yang ada di lingkungan kawasan JIC,” ungkap dia. Rencananya pekan depan mereka membolehkan masyarakat di sekitar JIC ikut salat Jumat. Pembatasan tersebut dilakukan lantaran JIC perlu persiapan matang untuk memastikan seluruh protokol kesehatan dapat diterapkan secara maksimal.

Meski pemerintah DKI sudah menetapkan Juni sebagai masa transisi dari PSBB ke era new normal, mereka tidak bisa gegabah. ”Kami (kemarin) sedang uji coba dulu penerapan protokol kesehatan secara bertahap demi menjaga keselamatan bersama,” ungkap dia kepada Jawa Pos. Itu penting lantaran kapasitas JIC untuk berbagai kegiatan ibadah bisa mencapai 12 ribu orang.

Ma’Arif memastikan bahwa untuk sementara pihaknya hanya mengizinkan 6 ribu orang yang beribadah di JIC. ”Dibatasi tidak melebihi 50 persen dari kapasitas daya tampung masjid sekarang,” ujarnya.

Fatwa MUI

Sejak kasus Covid-19 resmi diumumkan terjadi di Indonesia pada Maret lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan enam fatwa dalam menyikapi kondisi tersebut. Yang terbaru adalah Fatwa 31/2020 tentang Penyelenggaraan Salat Jumat dan Salat Jamaah untuk Mencegah Penularan Covid-19.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan, fatwa terbaru itu dikeluarkan seiring dengan semakin terkendalinya Covid-19 di beberapa daerah. ’’Maka, berdasarkan fatwa itu, umat Islam wajib menjalankan salat Jumat seperti semula,’’ katanya kemarin (5/6). Namun, kewajiban itu tidak berlaku di semua daerah. Hanya di wilayah yang dinyatakan aman oleh pemerintah sesuai dengan Fatwa 14/2020.

Dia menjelaskan, ada tiga poin yang dibahas dalam Fatwa MUI 31/2020 tersebut. Ketiganya adalah soal merenggangkan saf salat berjamaah, termasuk dalam salat Jumat; pelaksanaan salat Jumat itu sendiri; dan penggunaan masker.

Asrorun menyatakan, merapatkan saf saat salat berjamaah adalah keutamaan salat berjamaah. Namun, di tengah pandemi yang belum benar-benar hilang, hukum merenggangkan saf boleh. Salatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah. ’’Karena kondisi tersebut sebagai hajat syar’iyyah,’’ jelasnya.

Untuk salat Jumat, ada dua pilihan. Yakni, pelaksanaan secara bergelombang dan dalam satu sif. Ketentuan ketiga yang dibahas dalam fatwa tersebut adalah penggunaan masker. Dia menjelaskan, hukum menggunakan masker yang menutup hidung saat salat adalah boleh dan salatnya tetap sah. Alasannya, hidung tidak termasuk yang harus menempel pada tempat sujud.

Sementara itu, hukum menutup mulut saat salat adalah makruh, kecuali ada kondisi hajat syar’iyyah. Karena itu, dalam fatwa tersebut ditetapkan, hukum menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut saat salat adalah sah serta tidak makruh selama bertujuan mencegah penularan Covid-19.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) juga melaksanakan salat Jumat perdana di masa transisi PSBB untuk wilayah DKI Jakarta kemarin (5/6). Dia menyatakan sudah 12 pekan tidak salat Jumat. ’’Ini hampir tiga bulan dan ini luar biasa rahmat kembali ke masjid. Dan doa yang mustajab karena semuanya amin saat doa tadi,’’ kata JK di Masjid Agung Al Azhar Jakarta.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : byu/syn/mia/wan/c19/c10/c7/oni/ayi



Close Ads