alexametrics

LBH Tegaskan Media Merdeka Menjalankan Tugasnya

6 April 2021, 19:42:52 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah mencabut surat telegram rahasia (TR) tentang pelarangan kepada media menayangkan sikap arogansi oknum polisi. Namun, sebelum surat TR itu dicabut, publik sudah telanjur mengkritik sikap tersebut.

Di antaranya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Direktur LBH Jakarta Arif Maulana mengatakan, jika telegram tersebut sudah sepatutnya dibatalkan. Sebab, telegram itu bertentangan dengan tugas jurnalistik.

“Telegram Kapolri Nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal 5 April 2021 tentang larangan media siarkan arogansi dan kekerasan polisi bertentangan dengan UU Pers. Karena, media merdeka untuk melaksanakan tugasnya,” tegas Arif saat dihubungi, Selasa (6/4).

Menurut Arif, kebijakan larangan menyiarkan arogansi anggota polisi bertentangan dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta UUD 1945. Apalagi selama ini pers dalam bekerja sudah diatur dalam kode etik jurnalistik.

“Ini mengancam hak warga untuk jaminan perlindungan dari kekerasan aparat karena sumber informasi dan ruang pengawasan publik dibungkam,” jelas Arif.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi mencabut Surat Telegram Rahasia terkait larangan media menyiarkan arogansi atau kekerasaan anggota kepolisian. Pencabutan itu hanya berselang beberapa jam setelah telegram tersebut tersebar di publik.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads